Anggota Parlemen Prancis Tuai Kecaman Bandingkan Kondisi Pekerja Piala Dunia Qatar dan Menara Eiffel
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Pemerintah Prancis sendiri telah mendapat kecaman karena menandatangani kesepakatan dengan Qatar untuk memberikan keamanan bagi Piala Dunia dengan mengirim 220 ahli.

WowKeren - Seorang anggota parlemen dari partai yang berkuasa di Prancis menuai hujatan pada Jumat (5/8) terkait pernyataannya yang membandingkan konstruksi Piala Dunia Qatar dan Menara Eiffel. Dia menyatakan bahwa konstruksi untuk Piala Dunia sepak bola tidak lebih berbahaya bagi kehidupan pekerja daripada pembangunan Menara Eiffel di Paris 135 tahun yang lalu.

Pemerintah Prancis sendiri telah mendapat kecaman karena menandatangani kesepakatan dengan Doha untuk memberikan keamanan bagi Piala Dunia, dengan mengirim 220 ahli termasuk pasukan khusus, pasukan anti-drone, unit penjinak bom dan tim pencari bahan peledak.

Kesepakatan itu membuat deputi oposisi marah dengan beberapa menyebut stadion ber-AC sebagai skandal ekologi, sedangkan yang lain mengatakan bahwa pekerja yang dipekerjakan untuk pembangunan infrastruktur Piala Dunia, yang kebanyakan adalah orang asing, diperlakukan seperti budak.

Karl Olive, seorang wakil untuk partai Renaissance Presiden Emmanuel Macron, menyebut kritik itu kacau, dan secara tak terduga membawa Menara Eiffel yang terkenal di dunia ke dalam perdebatan. "Jika Anda ingin pergi ke sana, maka Anda harus ingat bahwa lebih dari 300 orang tewas membangun Menara Eiffel," katanya kepada penyiar France Info Jumat pagi.


Namun, dalam beberapa jam, dia mengakui di Twitter bahwa 300 orang yang dia sebutkan (370 tepatnya) tidak mati selama pembangunan Menara Eiffel. Para ahli Menara Eiffel percaya bahwa sekitar 370 orang telah tewas sejak menara itu dibangun.

Adapun penyebabnya sebagian besar karena bunuh diri dan kecelakaan di bangunan terkenal tersebut. "Itu adalah contoh yang buruk. Saya menyesal," kata Olive.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Permintaan maafnya tak serta merta mampu membendung kemarahan pihak lain, terutama dari sayap kiri. Thomas Portes, seorang wakil dari partai sayap kiri Prancis Unbowed, mengatakan bahwa Olive telah membela Qatar dengan angka-angka palsu dan perbandingan yang mengejutkan dengan Menara Eiffel. "Ini memalukan," keluhnya.

Qatar berjanji bahwa perbaikan kondisi bagi pekerja asing akan menjadi 'warisan utama' Piala Dunia. Upaya untuk memperbaiki kondisi akan diperluas ke sektor perhotelan dan sektor lain.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts