Pembuat Snickers Minta Maaf Usai Sebut Taiwan Sebagai Negara, Apple Turut Wanti-Wanti Soal Label
Dunia

Video dan foto menunjukkan situs web Snickers yang mempromosikan produk edisi terbatas dan mengatakan bahwa produk tersebut hanya tersedia di 'negara' Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan.

WowKeren - Perusahaan Mars Wrigley meminta maaf atas iklan peluncuran produk Snickers edisi terbatasnya pada Jumat (5/8). Permintaan maaf itu disampaikan usai para warganet Tiongkok menilai iklan itu menunjukkan bahwa Taiwan adalah sebuah negara.

Video dan foto menunjukkan situs web Snickers yang mempromosikan produk edisi terbatas dan mengatakan bahwa produk tersebut hanya tersedia di "negara" Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan. Iklan Snickers tersebut memicu kemarahan para warganet Tiongkok di Weibo.

Sebagai informasi, Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun Taiwan menolak klaim kedaulatan Tiongkok dan mengatakan hanya rakyatnya yang dapat memutuskan masa depan pulau itu.

Mars Wrigley selaku produsen permen cokelat tersebut lantas merilis permintaan maafnya melalui akun Weibo Snickers Tiongkok. Perusahaan menyatakan bahwa konten yang relevan telah diubah.

"Mars Wrigley menghormati kedaulatan nasional dan integritas teritorial Tiongkok dan menjalankan operasi bisnisnya dengan mematuhi undang-undang dan peraturan lokal Tiongkok," tulis Mars Wrigley dalam pernyataannya.


Meski demikian, permintaan maaf Mars Wrigley itu belum bisa meredam amarah banyak warganet Tiongkok. Pasalnya, perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak mengatakan Taiwan adalah bagian dari Tiongkok.

"Katakan: Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok!" demikian komentar salah satu warganet di unggahan akun Weibo Snickers Tiongkok. Komentar itu mendapat setidaknya 8.000 likes.

Di sisi lain, isu mengenai label Taiwan juga dialami oleh Apple Inc. Produsen iPhone tersebut telah meminta pemasok untuk memastikan bahwa pengiriman dari Taiwan ke Tiongkok mematuhi peraturan bea cukai Tiongkok untuk menghindari penahanan.

Kepada pemasok, Apple mengatakan bahwa Tiongkok telah mulai menerapkan aturan lama bahwa suku cadang dan komponen buatan Taiwan harus diberi label sebagai buatan "Taiwan, Tiongkok" atau "Chinese Taipei". Hal ini dilaporkan oleh Nikkei dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Meski begitu, pihak Apple masih belum memberikan komentarnya terkait isu tersebut.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts