Kemenkes Masih Dalami Satu Kasus Suspek Cacar Monyet di Jateng Meski Hasil Tes Negatif
Nasional
Wabah Cacar Monyet

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar telah menyampaikan hasil tes pasien suspek cacar monyet. Namun hingga kini rupanya Kemenkes masih akan mendalami kasus suspek cacar monyet itu.

WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya telah membeberkan hasil tes dari salah satu kasus suspek cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. Ganjar menuturkan bahwa hasil tes PCR pasien kasus suspek cacar monyet itu negatif.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) rupanya masih mendalami satu suspek yang terpapar cacar monyet di Jateng itu. Maxi Rein Rondonuwu selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes mengatakan meski hasil pemeriksaan PCR suspek cacar monyet itu negatif, namun pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan status dari pasien tersebut.

Maxi mengatakan hal tersebut dilakukan lantaran masih ada satu tahap pemeriksaan lagi untuk mengklaim pasien tersebut benar-benar bisa dinyatakan positif terkena cacar monyet. "Sampel pertama dari oropharings memang negatif, tapi kami minta sampel ambil lagi dari lesi cairan kulit," ujar Maxi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (6/8).

Dengan begitu, kata Maxi, saat ini Kemenkes tengah menunggu hasil pemeriksaan lesi cairan kulit tersebut. Sehingga ia menuturkan bahwa belum ada konfirmasi kasus cacar monyet di Indonesia hingga saat ini.


Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menerangkan bahwa suspek cacar monyet di Jateng itu merupakan laki-laki berusia 55 tahun dan disebut bukan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Pasien tersebut saat ini diketahui tengah dirawat dan diisolasi di RS Swasta di Jateng.

Di sisi lain, sejak akhir Juli lalu, Kemenkes melaporkan setidaknya ada sembilan suspek pasien cacar monyet di Indonesia. Meski begitu, semua kasus suspek tersebut dinyatakan negatif cacar monyet setelah melalui pemeriksaan.

Melihat wabah cacar monyet yang semakin meluas, Kemenkes pun sebelumnya juga telah menyatakan akan memperkuat dan memperbanyak deteksi dini atau aktivitas surveilans cacar monyet pada kelompok gay di Indonesia.

Nantinya, surveilans itu juga bakal dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait. Adapun alasan dilakukannya upaya mitigasi ini lantaran berdasarkan dari sejumlah laporan berbagai negara, sebagian besar kasus cacar monyet terdeteksi dari pria gay.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts