PBB Peringatkan Ancaman Senjata Nuklir: Umat Manusia Sedang Bermain dengan Pistol Terisi Penuh
AFP
Dunia

Hal itu disampaikan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres di kota Hiroshima Jepang saat peringatan 77 tahun serangan bom atom pertama yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat.

WowKeren - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahaya yang tak main-main dari bencana nuklir terhadap umat manusia. Umat manusia, dikatakannya sedang bermain dengan pistol yang terisi peluru ketika krisis dengan potensi bencana nuklir berkembang di seluruh dunia.

Hal itu disampaikan olehnya di kota Hiroshima Jepang saat peringatan 77 tahun serangan bom atom pertama. Pada peringatan tahunan yang dilakukan pada hari Sabtu (6/8) ini atas tragedi bom nuklir pertama, Guterres memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh krisis di Ukraina, Timur Tengah dan semenanjung Korea.

Sejarah mencatat bahwa Amerika Serikat telah menjatuhkan bom atom pertama di dunia di Hiroshima pada 6 Agustus 1945, yang menghancurkan kota dan membunuh 140.000 orang. Tiga hari kemudian, bom ketiga dijatuhkan di Kota Nagasaki yang menewaskan lebih dari 70.000 orang. Dua serangan bom itu menyebabkan Jepang akhirnya menyerah pada sekutu pada 15 Agustus 1945.

"Puluhan ribu orang terbunuh di kota ini dalam sekejap mata. Wanita, anak-anak dan pria dibakar dalam api neraka,” kata Guterres menggambarkan kengerian yang dialami kota itu saat Perang Dunia II berlangsung. "Kita harus bertanya: Apa yang telah kita pelajari dari awan jamur yang membumbung di atas kota ini?"


Kekhawatiran terkait jatuhnya bom ketiga telah tumbuh di tengah ancaman serangan nuklir Rusia sejak perangnya di Ukraina dimulai pada Februari lalu. Guterres mengatakan jika krisis dengan nada nuklir serius menyebar dengan cepat. "Umat manusia sedang bermain dengan senjata yang terisi penuh," lanjutnya.

Sejarah mencatat jika Amerika Serikat tetap menjadi satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir dalam konflik. Perdana Menteri Fumio Kishida, yang juga hadir dalam peringatan itu, mengatakan jika dunia terus menghadapi ancaman dari senjata nuklir.

"Saya harus mengangkat suara saya untuk mengimbau orang-orang di seluruh dunia," katanya. "Bahwa tragedi penggunaan senjata nuklir tidak boleh terulang."

Namun di mata para kritikus, seruan Kishida untuk dunia bebas nuklir adalah hampa. Hal itu mengingat Jepang masih berada di bawah payung nuklir AS dan terus memboikot Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir.

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts