15 Ribu Warga Jadi Korban Saat Banjir Landa Kapuas Hulu Kalbar, BNPB Pesan Ini ke Pemda-Warga
Nasional

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengungkap ada 15 ribu lebih warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kapuas Hulu. BNPB juga mengungkap data soal kerugian materiil akibat bencana tersebut.

WowKeren - Bencana banjir melanda sejumlah daerah di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar). Banjir dengan tinggi air beragam merendam 6 kecamatan di Kabupaten Kapuas Hilir. Bahkan tinggi air di beberapa wilayah bisa mencapai 180 sentimeter usai hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Kapuas Hulu pada Kamis (4/8) hingga Jumat (5/8) lalu.

Warga terdampak dan menjadi korban dalam bencana banjir yang terjadi sejak Sabtu (6/8) itu disebut mencapai 4.533 KK atau 15.382 jiwa. Data tersebut disampaikan oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Belasan ribu korban tersebut berasal dari berbagai wilayah. Korban berjumlah 3.691 KK/12.323 jiwa datang dari Kecamatan Putussibau Utara, 310 KK/922 jiwa di Kecamatan Putussibau Selatan, 14 KK/90 jiwa di Kecamatan Silat Hilir. 260 KK / 1274 jiwa di Kecamatan Seberuang, dan 258KK/773 jiwa di Kecamatan Bika.

"Kemudian untuk kerugian materil, tercatat 1 jembatan rusak, 71 fasilitas umum terdampak, 2.984 unit rumah terdampak, tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan pers, Minggu (7/8).


Untungnya saat ini banjir di berbagai daerah di Kapuas Hulu itu juga sudah mulai surut. BPBD Kapuas Hulu telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam udapa tanggap bencana banjir. Hal itu dilakukan untuk memonitoring serta menganalisis kondisi dan situasi di TKP.

"Kebutuhan mendesak sementara adalah tempat pengungsian, kebutuhan dasar pangan,kebutuhan dasar sandang, obat-obatan dan sarana angkutan," ungkap Abdul.

Selain itu, BNPB juga turut menyampaikan pesan kepada Pemerintah Daerah dan warga masyarakat untuk melakukan tindakan antisipasi ancaman banjir susulan. Pasalnya, banjir serupa sebenarnya juga sudah sempat terjadi di tahun 2021 lalu. Upaya antisipasi tersebut salah satunya dengan penanaman vegetasi di sepanjang tanggul sungai.

"Pemerintah Daerah dan masyarakat diharapkan dapat menjaga daerah sepanjang aliran sungai, mengurangi run-off dengan melakukan penanaman vegetasi sepanjang tanggul sungai dan daerah hulu," pungkas Abdul.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait