Bharada E Bakal Maju Jadi Justice Collaborator, Janji Buka Misteri Kematian Brigadir J
Nasional
Penembakan Brigadir J

Pihak Bharada E akan mengajukan permohonan untuk menjadi Justice Collaborator kepada LPSK. Bharada E pun disebut sudah siap mengungkap fakta-fakta perihal kasus kematian Brigadir J secara gamblang.

WowKeren - Kasus kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7) satu bulan lalu, semakin menunjukkan perkembangan yang tak terduga. Terbaru, Polri menangkap Brigadir Ricky yang merupakan salah satu ajudan istri Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J. Bahkan Brigadir Ricky disangkakan dengan pasal pembunuhan berencana terkait dengan kematian Brigadir J.

Sementara Bharada E yang sejak awal kasus disebut sebagai penembak Brigadir J juga telah ditetapkan jadi tersangka. Namun, keberadaan Bharada E saat ini juga disebut jadi salah satu saksi kunci kematian Brigadir J. Apalagi kini Bharada E juga akan mengajukan diri sebagai Justice Collaborator kepada LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Muhammad Burhanuddin selaku tim kuasa hukum Bharada E rencananya akan mengajukan permohonan Justice Collaboration ke LPSK pada Senin (8/8). Di mana permohonan tersebut terkait kasus misteri kematian Brigadir J.


"Iya hadir langsung, senin akan diajukan Justice Collaborator ke LPSK," ungkap Burhanuddin saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (7/8). "Siang hari, tiba di LPSK."

Sebagai Justice Collaborator, Burhanuddin menyampaikan bahwa Bharada E telah siap untuk membuka secara gamblang dan blak-blakkan mengenai fakta-fakta terkait peristiwa kematian Brigadir J di rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo. Bharada E tampaknya sudah bertekat untuk membongkar tabir rahasia kelam di dalam peristiwa kematian Brigadir J.

"Bharada E sudah secara terang benderang akan membuka tabir gelap yang selama ini menjadi tertutup," tegas Burhanuddin.

Sementara itu sebelumnya Brigadir J dilaporkan tewas setelah terlibat baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7) lalu. Dalam laporan yang disampaikan oleh pihak kepolisian itu, disebutkan bahwa peristiwa baku tembak tersebut berawal dari teriakan minta tolong istri Ferdy Sambo yang katanya menjadi korban pelecehan oleh mendiang Brigadir J. Hingga kemudian Bharada E menghampiri sumber suara tapi disambut Brigadir J yang langsung menodongkan senjata dan baku tembak tidak dapat dihindari lagi.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait