Kolombia Lantik Mantan Pemberontak Jadi Presiden Baru
Dunia

Dalam pidatonya, Gustavo Petro berjanji untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi Kolombia dengan meningkatkan pengeluaran untuk program anti-kemiskinan.

WowKeren - Senator Gustavo Petro pada Minggu (7/8) telah dilantik sebagai presiden Kolombia yang baru. Dia merupakan presiden pertama di negara itu yang berasal dari sayap kiri.

Saat pelantikannya, dia berjanji untuk memerangi ketidaksetaraan dan menandai titik balik dalam sejarah negara yang dihantui oleh perang panjang antara pemerintah dan kelompok gerilya. Petro merupakan mantan anggota kelompok gerilya M-19 Kolombia.

Dia berhasil memenangkan pemilihan presiden pada Juni lalu setelah mengalahkan partai-partai konservatif yang menawarkan perubahan moderat pada ekonomi ramah pasar, tetapi gagal untuk terhubung dengan pemilih yang frustrasi dengan meningkatnya kemiskinan dan kekerasan terhadap pemimpin hak asasi manusia dan kelompok lingkungan di daerah pedesaan.

"Kami ingin rakyat Kolombia menjadi protagonis," kata kepala pers Petro, Marisol Rojas, dalam sebuah pernyataan. “Peresmian ini akan menjadi cita rasa pertama dari bentuk pemerintahan baru, di mana semua bentuk kehidupan dihormati, dan di mana semua orang cocok.”


Petro adalah bagian dari kelompok politisi kiri sekaligus orang luar politik yang berkembang yang telah memenangkan pemilihan di Amerika Latin sejak pandemi terjadi dan melukai petahana yang berjuang dengan gempa susulan ekonominya.

Kemenangan Petro yang merupakan mantan pemberontak merupakan kejadian luar biasa di Kolombia. Hal itu mengingat para pemilih biasanya enggan mendukung politisi kiri yang sering dituduh lunak terhadap kejahatan atau bersekutu dengan gerilyawan.

Dalam pidatonya, Petro berjanji untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi Kolombia dengan meningkatkan pengeluaran untuk program anti-kemiskinan dan meningkatkan investasi di daerah pedesaan. Menurutnya, kebijakan antinarkoba yang dilakukan dengan pemberantasan paksa tanaman koka ilegal, seperti yang dilakukan di AS, adalah kegagalan besar.

Namun, dia mengatakan dia bekerja dengan Washington secara setara membangun skema untuk memerangi perubahan iklim atau membawa infrastruktur ke daerah pedesaan, di mana banyak petani mengatakan daun koka adalah satu-satunya tanaman yang layak.

Tak hanya itu, dalam janji-janjinya, Petro juga mengatakan bahwa pemerintah akan berhenti memberikan lisensi baru untuk eksplorasi minyak dan juga akan melarang proyek fracking, meskipun industri minyak membangun hampir 50% persen dari ekspor legal negara itu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts