Operasi di Batang Otak Penuh Resiko, Sarwendah Bakal Tetap Lakukan Hal Itu?
Instagram/sarwenda29
Selebriti
Sarwendah Idap Penyakit Langka

Sarwendah ungkap berbagai resiko yang bakal terjadi jika melakukan operasi di bagian batang otak. Lantas, mungkinkah Sarwendah bakal tetap melakukan tindakan tersebut?

WowKeren - Baru-baru ini Sarwendah diketahui telah menjadi bintang tamu dalam sebuah acara talk show yang digawangi oleh Irfan Hakim dan Raffi Ahmad, yakni "FYP". Salah satu yang menjadi pembahasan mereka yaitu mengenai penyakit Sarwendah.

Sebelumnya diketahui bahwa Sarwendah telah divonis idap penyakit langka yakni kista di bagian otak. Penyakit tersebut membuat kepala Sarwendah emrasakan pusing berlebihan bahkan sampai berhari-hari.

Di sisi lain, Sarwendah beruntung lantaran bisa segera mengetahui penyakitnya. Pasalnya, jika ia terlambat mengetahui hal itu, beberapa organ tubuhnya akan tak berfungsi sebagai mana mestinya.

Hal ini dijelaskan oleh Sarwendah usai Raffi lemparkan pertanyaan. "Kalau misal kista nggak terdeketksi kemarin, apa terburuk yang bisa terjadi?" tanya Raffi. "Ya kalau dia amit-amit pecah atau terjadi apa-apa ya mungkin bisa lewat atau mungkin... karena di batang otak itu kan keseimbangan kita di situ jadi mungkin matanya sorry miring-miring sebelah, nggak bisa posisi balance," terang Sarwendah.


"Berdiri pun mungkin nggak balance, denger pun mungkin nggak bisa karena kan keseimbangan ada di batang otak," sambungnya lagi. Lalu Raffi kembali bertanya tindakan yang seharusnya dilakukan jika kista ada di batang otak.

"Itu diambil atau di apa sih? maaf tindakannya," cecar Raffi. "Masalahnya kalau tindakan di batang otak itu kemungkinannya adalah 50-50. Artinya, satu mungkin bisa meninggal, yang satu bisa cacat, yang satu bisa sembuh," beber Sarwendah.

Irfan spontan bertanya pada Sarwendah tindakan yang kelak akan dipilih oleh Sarwendah. Mengingat segalanya penuh dengan resiko. Lebih-lebih yang diserang adalah batang otaknya.

"Terus yang dipilih adalah?" ucap Irfan. "Ya ini kan baru satu bulan, kata dokter ya observasi dulu. Jadi tiga atau enam bulan baru kita cek lagi apakah dia membesar atau kalau dia cuma di situ aja dan dia tidak mengganggu dan tidak membesar ya diemin aja," jawab tegas Sarwendah.

(wk/devi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait