Korea Selatan dan Tiongkok Bertemu Bahas Korea Utara dan Larangan K-Pop
Xinhua
Dunia

Menurut Tiongkok, kedua negara harus tetap bersikap independen dan bebas dari pengaruh luar. Kedua negara juga diharapkan bisa menghormati masalah satu sama lain.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Korea Selatan pada Selasa (9/8) telah menggelar pertemuan untuk melakukan pembicaraan mengenai beberapa hal. Pertemuan ini terjadi ketika Korea Selatan tengah mencari cara untuk membuka kembali negosiasi denuklirisasi dengan Korea Utara dan melanjutkan ekspor budaya.

Diplomat top Korea Selatan, Park Jin, telah tiba di kota pelabuhan timur Qingdao pada Senin untuk pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. Kunjungan ini merupakan kunjungan tingkat tinggi pertama ke Tiongkok oleh seorang anggota pemerintahan Presiden Yoon Suk-yeol.

Park diharapkan bisa meyakinkan Tiongkok terkait hubungan bilateral kedua negara, meski terdapat hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Washington dan ketegangan atas Taiwan. Saat ini, persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang meningkat terus menjadi sorotan.

Menurut Wang, baik Korea Selatan maupun Tiongkok harus tetap bersikap independen dan bebas dari pengaruh luar. Kedua negara juga diharapkan bisa menghormati masalah satu sama lain yang juga menjadi perhatian penting sehingga hal itu tidak akan berdampak pada rantai pasokan.


"Kita harus menjunjung tinggi posisi 'win-win' untuk melindungi rantai pasokan dan jaringan industri yang stabil dan lancar," katanya menurut Yonhap. "Dan tidak boleh ikut campur dalam urusan internal satu sama lain berdasarkan kesetaraan dan rasa hormat."

Park mengatakan sebelumnya bahwa posisi Korea Selatan untuk menghormati satu Tiongkok tetap tidak berubah. Dia juga meminta Tiongkok agar lebih konstruktif dalam membujuk Korea Utara untuk memilih dialog, bukan provokasi terkait nuklir.

"Perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea berada di bawah ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya kepada Wang. "Berdasarkan prinsip konsisten denuklirisasi lengkap Korea Utara, kami akan menanggapi dengan tegas provokasi dan selalu membuka pintu dialog."

Agenda lainnya adalah terkait pertukaran budaya dan orang-orang. Begitu juga dengan upaya untuk memulai kembali ekspor film, drama, dan K-pop dan film Korea, yang telah dilarang di tengah ketegangan atas sistem pertahanan rudal THAAD AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts