Cuitan Ernest Prakasa Tentang Orang Mudah Bersyukur Tuai Perdebatan, Begini Konsepnya
Instagram/ernestprakasa
Selebriti

Ernest Prakasa menyebut bahwa orang-orang yang mudah bersyukur adalah musuh kapitalisme. Sayang pendapat Ernest ini tak seluruhnya diterima oleh publik.

WowKeren - Ernest Prakasa selalu menuangkan pemikiran dan pendapat yang ada di kepalanya ke media sosial. Ernest menjadikan media sosial sebagai wadah untuk dirinya bia berekspresi. Tanpa perlu takut akan bullyan dan diancam pihak sana-sini.

Kali ini, suami Meira Anastasia itu membahas soal orang yang bersykur nyatanya adalah musuh terbesar kapitalisme. Ernest menuliskan pemikirannya itu di akun Twitter dan Instagram pribadinya, Selasa (9/8).

"Orang-orang yang mudah bersyukur adalah musuh kapitalisme," bunyi postingan Ernest Prakasa di Instagram. "Iya ga?" lanjutnya bertanya pendapat para netizen.

Cuitan Ernest Prakasa Tentang Orang Mudah Bersyukur Tuai Perdebatan, Begini Konsepnya

Instagram

Sontak unggahan Ernest Prakasa ini menuai beragam reaksi dari netizen. Mereka terbagi menjadi dua antara pro dan kontra terhadap cara pandang Ernest ini. Namun, sebagian besar lebih tampak setuju dengan pendapat ayah dua anak tersebut.


"Wah menarik ini. Syukur membuat orang merasa cukup, damai dan bahagia dgn yang ada di dalam diri, bukan sibuk membandingkan dg milik orang lain. Jadinya keinginan memiliki (membeli) berdasarkan kebutuhan saja, bukan keinginan (need vs want). Padahal oli mesin kapitalis adalah want itu. ingin ini ingin itu," komentar akun centang biru @afuadi.

"Mungkin contohnya seperti ini, di saat orang-orang sudah memiliki PS5 tapi lu masih bersyukur punya PS4 entah lu beli PS4 lu pakai uang sendiri atau lu masih menganggap PS4 masih memiliki game game bagus. Nah! Sony menganggap lu aneh karena disaat orang-orang lain sudah punya PS5 tapi lu masih setia pakai PS4. Ini analogi versi gue wkwkwkwk," ujar netter lain.

Sederet rekan artis juga tampak memberikan komentar. Seperti Wanda Hamidah dan Surya Saputra yang kompak menyetujui pendapat Ernest ini. Begitu pula dengan Dimas Beck yang menuliskan komentar, "Iya bener juga 😂."

Namun di sisi lain, beberapa netizen ada yang tampak tidak setuju. "Sorry nggak setuju, orang-orang yang mudah bersyukur justru jadi glorifikasi kapitalis untuk mendapat tenaga kerja murah," kata akun @dipa*****. "Bukannya kebalikan ya," lanjut @marvis*****.

Netizen yang mengaku tidak setuju dengan pendapat Ernest Prakasa disebut belum paham konsep yang dimaksud. Netter lain lantas menjelaskan bahwa konsep bersyukur menurut Ernest ini dinilai adalah dalam hal memiliki sebuah barang. Jika masyarakat pandai bersyukur dan tidak berlaku konsumtif, maka hasil produksi dari sebuah perusahaan atau pabrik tidak akan laku keras.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts