Pihak Ferdy Sambo Buka Suara Soal Amplop Tebal 'Titipan Bapak'
Nasional
Penembakan Brigadir J

Sebelumnya, petugas LPSK disebut ada yang menerima amplop cokelat 'titipan Bapak' dari Ferdy Sambo. Mengenai hal ini, pihak Sambo lantas memberikan tanggapannya.

WowKeren - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebelumnya mengatakan sempat ada petugas yang disodori dua amplop berwarna cokelat kala pertama kali bertemu dengan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Orang yang menyodorkan amplop coklat tersebut juga menyebut sebagai "titipan Bapak".

Menanggapi hal tersebut, pengacara keluarga Sambo, Arman Hanis mengatakan bahwa fokus pada proses hukum yang dijalani oleh kliennya. "Saat ini tim kuasa hukum masih fokus menindaklanjuti proses hukum klien kami dan belum memiliki penjelasan tambahan terkait perkembangan kasus ini," ujar Arman dalam keterangannya, dilihat melalui detikcom, Jumat (12/8).

Arman kemudian menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan kasus dugaan pembunuhan Brigadir J yang menjerat Sambo sebagai tersangka kepada penyidik. Ia pun mengatakan bahwa Sambo menghormati proses hukum yang kini berjalan.

Sebagai informasi, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyampaikan bahwa petugas LPSK sempat disodorkan dua amplop berwarna cokelat saat pertama kali bertemu dengan Sambo di Kantor Propam pada 13 Juli 2022 lalu.


Edwin selanjutnya mengungkapkan ada dua petugas LPSK yang datang ke kantor Propam. Pada kala itu, Sambo disebut berbicara mengenai pengajuan permohonan perlindungan untuk istrinya, Putri Candrawathi dan Bharada E.

Lalu, Edwin menerangkan salah satu petugas LPSK menunaikan ibadah salat dan meninggalkan petugas lain seorang diri, dan saat ini lah dua amplop tersebut disodorkan. Menurutnya, staf LPSK itu ditemui oleh seseorang berseragam hitam dengan garis abu-abu yang menyampaikan amplop cokelat tersebut.

Edwin memaparkan, berdasarkan cerita stafnya, amplop yang disodorkan itu sebut sebagai "titipan Bapak". Amplop ini disebut untuk dibagikan kepada dua petugas LPSK itu. "Staf tersebut menyodorkan sebuah map yang di dalamnya terdapat dua amplop cokelat dengan ketebalan masing-masing 1 cm," jelas Edwin kepada wartawan, Jumat (12/8).

Meski begitu, kata Edwin, petugas LPSK tersebut belum mengetahui apa isi di dalam amplop tersebut. Ia menuturkan bahwa petugas LPSK langsung menolak dan menyampaikan agar dikembalikan saja.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait