Wanita di AS Tak Sengaja Beli 84 Rumah Gara-Gara Kesalahan 'Copas' Dokumen
Unsplash/Paul Hanaoka
Dunia

Hanya gara-gara kesalahan copy-paste alias copas dokumen, wanita yang berniat membeli satu unit rumah itu menerima tambahan 84 kavling rumah dan dua ruang umum.

WowKeren - Seorang wanita di Nevada, Amerika Serikat, menjadi pemilik sah puluhan rumah di satu lingkungan meski sebenarnya hanya berniat untuk membeli satu rumah. Hanya gara-gara kesalahan copy-paste alias copas dokumen, wanita itu menerima tambahan 84 kavling rumah dan dua ruang umum.

Awalnya, wanita itu hendak membeli sebuah rumah di Sparks, timur laut Reno, senilai USD 594.481 atau setara Rp 8,7 miliar. Namun saat ia mengajukan dokumennya ke assessor untuk Washoe County, diketahui ada kesalahan besar karena wanita itu memiliki 86 properti tambahan yang bernilai sekitar USD 50 juta atau setara Rp 733 miliar.

"Tampaknya Westminster Title dari Las Vegas mungkin telah menyalin dan menempelkan deskripsi hukum dari transfer Toll Brothers lainnya saat menyiapkan akta (pembeli rumah) untuk dicatat," ungkap Wakil Kepala Assessor Washoe County, Cori Burke, kepada Journal.

"Karena sangat jelas kesalahan telah dibuat, divisi layanan penilaian kami segera menghubungi Westminster Title sehingga mereka dapat mulai memperbaiki rantai kepemilikan untuk 86 properti yang ditransfer karena kesalahan," tambahnya.


Menurutnya, kesalahan copas dokumen semacam itu sebenarnya "cukup sering" terjadi. Hanya saja, jarang ada yang melibatkan begitu banyak properti seperti kasus ini.

"Kasus khusus ini hanya sedikit lebih menarik karena jumlah banyak yang terlibat," katanya.

Kesalahan ini bisa dibilang cukup lucu, namun perbaikannya akan cukup memusingkan. Pasalnya, sang pembeli rumah harus mengembalikan hak milik kepada Toll Brothers, yang kemudian akan mentransfernya ke pemilik properti baru melalui saluran biasa.

"Saya pikir seseorang bisa mencoba membuat segalanya menjadi sulit. Namun, perusahaan hak milik juga memiliki penawaran dan penerimaan untuk pembelian yang tercatat sehingga niatnya cukup jelas," paparnya. "Saya akan berpikir itu akan menjadi pecundang di pengadilan dan ragu itu sering terjadi, jika sama sekali."

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait