Suhu Musim Panas yang Lebih Tinggi Disebut Berpotensi Tingkatkan Risiko Kanker Kulit Mematikan
Rawpixel
Dunia

Sarah Danson, profesor onkologi medis di University of Sheffield khawatir jika tren suhu panas yang terus berlanjut bisa memicu lebih banyak angka kematian akibat penyakit kulit.

WowKeren - Krisis iklim telah memicu meningkatnya suhu yang lebih tinggi saat musim panas di beberapa wilayah. Para ahli mengatakan jika suhu musim panas ini bisa memicu peningkatan kasus kanker kulit seperti melanoma yang berpotensi mematikan.

Sarah Danson, seorang profesor onkologi medis di University of Sheffield khawatir jika tren suhu panas yang terus berlanjut bisa memicu lebih banyak angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kulit.

"Sebagai seorang dokter yang merawat pasien dengan melanoma, saya benar-benar khawatir," kata Danson. "Bahwa tren berkelanjutan di musim panas yang lebih panas akan menyebabkan lebih banyak kasus melanoma dan lebih banyak kematian akibat melanoma."

Ilmuwan klinis yang memimpin kelompok penelitian melanoma di University of Leeds Julia Newton-Bishop menjelaskan jika melanoma pada dasarnya disebabkan oleh sengatan matahari. Dia khawatir cuaca yang ekstrem juga akan turut meningkatkan jumlah kasus melanoma.


"Melanoma pada dasarnya disebabkan oleh sengatan matahari, dan cuaca ini sangat ekstrem," paparnya. "Sehingga saya khawatir bahwa sengatan matahari akan meningkat dan kemudian insiden melanoma juga akan meningkat."

Prof Dann Mitchell, pakar ilmu iklim di University of Bristol, mencatat bahwa hubungan antara cuaca yang lebih hangat dan kesehatan bisa jadi tidak langsung. Cuaca yang lebih hangat akan mendorong perubahan pada perilaku orang-orang.

"Pergeseran suhu ini juga mengubah pola perilaku, dan orang-orang di Inggris cenderung lebih sering keluar rumah saat suhu hangat," katanya. "Hal ini menyebabkan lebih banyak paparan sinar matahari sepanjang tahun, dan yang terpenting lebih banyak paparan bagian UV dari sinar matahari itu, yang merupakan faktor risiko yang diketahui untuk kanker kulit."

Namun, manajer informasi kesehatan senior di Cancer Research UK Karis Betts menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampak gelombang panas akhir-akhir pada kasus kanker kulit. Sebab, kanker pada umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. "Penting untuk diingat bahwa bukan suhu panas, melainkan sinar ultraviolet dari mataharilah yang menyebabkan kulit terbakar dan kanker kulit," paparnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait