Tiongkok Peringatkan Kekeringan Yangtze Bisa Berlangsung Hingga September Karena Hal Ini
pexels.com/Ian Turnell
Dunia
Waspada Suhu Panas

Tiongkok hingga kini rupanya masih dilanda kekeringan. Bahkan pemerintah juga memberikan peringatan bahwa kekeringan tersebut bisa berlangsung hingga September mendatang.

WowKeren - Sejumlah negara di dunia hingga kini tampaknya masih dilanda kekeringan, seperti yang terjadi di Tiongkok. Kementerian Air Tiongkok bahkan memperingatkan bahwa kondisi kekeringan parah di hulu dan tengah sungai Yangtze dapat berlangsung hingga September.

Menurut Kementerian Air Tiongkok, hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah berlomba untuk menemukan sumber pasokan baru dan mengairi tanaman menjelang panen musim gugur. Di samping itu, gelombang panas yang parah melintasi lembah sungai terpanjang di Tiongkok.

Berdasarkan informasi yang didapat dari malaymail, gelombang panas tersebut disebabkan oleh ketinggian subtropis Pasifik Barat yang lebih besar dari biasanya, kini telah berlangsung lebih dari dua bulan, memangkas pasokan tenaga air dan mengeringkan hamparan luas tanah yang subur.

Sementara itu, menurut Liu Zhiyu, seorang pejabat di Kementerian Sumber Daya Air, aliran air normal masih bisa berbulan-bulan lagi, dengan curah hujan diperkirakan akan tetap rendah hingga akhir bulan ini dan seterusnya. Hal ini disampaikannya dalam pengarahan pada Rabu (17/8) malam.


"Diperkirakan pada bulan September, aliran air di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze masih akan rendah, dan kekeringan di Anhui, Hubei, Hunan, dan Jiangxi dapat berkembang lebih lanjut," lanjut Liu sembari memperingatkan yang merujuk pada empat provinsi utama di perbatasan, bagian tengah sungai.

Disebutkan bahwa curah hujan di lembah Yangtze sekitar 45 persen lebih rendah dari biasanya sejak Juli lalu, dan suhu tinggi kemungkinan akan bertahan setidaknya selama satu minggu lagi, menurut perkiraan resmi. Sementara pihak berwenang di wilayah tersebut juga memperingatkan bahwa suhu akan terus melebihi 40 derajat Celcius pada Kamis (18/8), dengan beberapa bagian Chongqing akan melampaui 44 derajat, memberikan tekanan lebih lanjut pada pasokan listrik di tengah melonjaknya penggunaan AC.

Lalu untuk ketinggian air di batang utama Sungai Yangtze dan danau cekungan banjir vital Dongting dan Poyang sekarang setidaknya 4,85 meter lebih dangkal dari biasanya, dan rekor terendah untuk periode tersebut, kata para pejabat.

Wakil Menteri Sumber Daya Air Liu Weiping juga turut memberi peringatan bahwa padi dan tanaman musim gugur lainnya sekarang berada pada "periode kritis" dalam hal irigasi. Menurutnya, sekitar 820.000 hektar lahan subur dari Sichuan di barat daya ke Anhui Tiongkok tengah mengalami kerusakan, mempengaruhi 830.000 orang serta 160.000 ekor ternak, sebagian besar di daerah yang mengandalkan waduk yang lebih kecil atau mata air pegunungan untuk irigasi.

Lebih lanjut, Weiping membeberkan bahwa waduk hulu telah membuka pintunya untuk mengisi kembali tingkat penyimpanan di Bendungan Tiga Ngarai, yang akan melepaskan 830 juta meter kubik ke hilir selama beberapa hari mendatang. Pihaknya juga mendesak agar pemda memastikan sumber air yang cukup disimpan untuk penggunaan darurat, dan untuk memanfaatkan sumber air tambahan, termasuk mata air pegunungan dan sungai.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait