Kritikus Korea Beber Alasan Logis BTS Tak Perlu Pembebasan Wajib Militer
Twitter/bts_bighit
Selebriti

Isu pembebasan wajib militer BTS santer dibahas, mengingat boy grup ini telah memberikan banyak kontribusi kepada negara Korea Selatan melalui budaya pop. Namun, kritikus Lim Jin Mo mengungkapkan keberatannya.

WowKeren - Polemik pembebasan wajib militer BTS hingga kini terus diperbincangkan. Salah satunya dalam acara "100-Minute Debate" MBC yang diadakan pada tanggal 20 September, para profesional berkumpul untuk membahas "Kontroversi dan Politik Layanan Militer BTS Saat Ini".

Begitu banyak pertimbangan terkait keberangkatan wajib militer BTS. Mengingat salah satu anggotanya yakni Jin di tahun ini sudah menginjak usia 30 tahun dan menjadi batas usia maksimal warga Korea untuk berangkat wamil.

Salah satu pertimbangan yang mengacu pada pembebasan wamil BTS adalah prestasi serta kepopuleran boy grup ini di seluruh dunia. BTS telah memberikan kontribusi tinggi terhadap Korea Selatan melalui jalur hiburan.

"Nilai-nilainya telah berubah. Ada kasus di mana kita memperlakukan artis budaya pop dengan buruk. Menurut Undang-Undang Pembebasan Dinas Militer, semua atlet memenuhi syarat. Mengapa itu tidak berlaku untuk personel budaya dan seni populer juga? Tidak ada kasus yang mengangkat gengsi nasional sebanyak Psy dan BTS. Jadi saya pikir pembebasan wajib militer adalah suatu keharusan," ujar mantan direktur NIS Park Jiwon memberikan pandangan bahwa BTS layak diberikan pembebasan wamil.

Namun, kritikus Lim Jin Mo mengungkapkan bahwa menjadi warga Korea berprestasi dengn wamil adalah hal yang berbeda. Menurut kritikus Korea ini, tidak ada pengecualian untuk berangkat wamil.

"Saya mengakui bahwa kinerja BTS sangat luar biasa. Saya pasti berpikir bahwa mereka harus diberi penghargaan. Tetapi itu tidak boleh dikaitkan dengan pengecualian atau pengecualian militer. Saya pikir itu tepat bagi para anggota untuk mendaftar secara berurutan. Saya yakin itu tidak hanya akan membawa pemerataan tetapi juga efek yang baik bagi mereka pada akhirnya," ujar sang kritikus mengutarakan alasannya.

Seperti diketahui, menurut Undang-Undang Dinas Militer, hanya profesional seni dan olahraga yang telah berkontribusi pada prestasi nasional dan pengembangan budaya sehingga dapat menjabat sebagai personel seni dan olahraga alih-alih wajib militer. Dengan adanya gagasan jika seniman budaya K-Pop juga masuk ke dalam jajaran yang berkontribusi pada prestasi nasional adalah hal yang tidak bijak.


"Saya senang bahwa pengakuan sosial dari seniman budaya pop meningkat. Namun, bidang musik pop mengandaikan keuntungan dari investasi. Pada akhirnya, mereka diakui, dikenang dan dicintai oleh publik adalah hadiah terbesar. Tidak peduli berapa banyak mereka telah berkontribusi secara sosial dan luar negeri, saya pikir tidak adil untuk memberi mereka pengecualian militer," tutur Lim Jin Mo.

Lim Jin Mo membeberkan pengetahuannya tentang seni musik di tahun 1990-an yang mana musik klasik dan tradisional Korea sedikit berbeda dari seni pop. Ketika disurvei pada akhir 1990-an, pangsa pasar sektor budaya pop adalah 95%, sedangkan gabungan musik klasik dan Korea adalah 5%.

"Itu lemah dan membutuhkan perlindungan. Situasinya berbeda dengan musik pop. Dalam hal perlindungan, kasus dinas militer khusus dapat diterapkan sebagai konsep khusus. Saya pikir pengecualian dinas militer harus dihilangkan jika memungkinkan, tetapi saya mengerti area itu. Namun, tanpa harus melakukan itu, saya pikir musik populer masih mendapatkan banyak hasil yang sesuai," katanya.

Secara terbuka, Lim Jin Mo merujuk pada fakta bahwa kesuksesan di bidang seni populer yang berorientasi kapitalis dan ekonomi kembali pada imbalan komersial. Kritikus Lim Jin Mo mengakui heran mengapa kepopuleran BTS justru dikaitkan dengan pembebasan militer yang nyatanya menimbulkan rasa tidak adil bagi warga Korea.

"Saya tidak tahu mengapa itu harus dikaitkan dengan pembebasan militer. Hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan di antara orang-orang muda dari generasi yang sama yang akan bergabung dengan militer. Kata kunci era ini sangat berbeda dengan saat saya bergabung dengan militer. Yang penting adalah keadilan, kesetaraan dan keadilan," ungkapnya.

"Artis populer menerima banyak kesuksesan dan pengakuan sosial. Tidak seperti bidang lain, saya pikir BTS sudah menikmati banyak hal. Jika mereka mendapatkan pembebasan wajib militer di sini. Banyak yang mengatakan bahwa wajib militer dapat menghambat kelangsungan kegiatan mereka. Namun, pada kenyataannya, tujuh dari mereka akan bergabung dengan tentara secara berurutan tergantung pada usia mereka. Tidak perlu bagi mereka untuk bergabung sekaligus. Enam orang atau lima orang masih bisa berpromosi," jelasnya memberi solusi.

Secara khusus, kritikus Lim Jin Mo menambahkan jika akan terlalu rumit untuk membuat peraturan dinas militer khusus yang baru. Dalam bidang olahraga memiliki medali emas, perak, dan perunggu dan seni budaya murni memiliki ketentuan yang jelas ada kompetisinya.

"Namun, saya bertanya-tanya bagaimana menetapkan standar di bidang seni populer. Sangat sulit untuk memutuskan apakah itu harus menjadi lima single di Billboard, berapa kali mereka harus muncul di sampul majalah terkenal atau memenangkan Grammy. Keberhasilan BTS terlalu jelas, tetapi ini bukan akhir," jelasnya.

(wk/taki)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait