Oposisi Korea Selatan Kecam Presiden Yoon Suk-yeol Usai Viral Rekaman yang Diduga Hina Joe Biden
AFP/AP/ Jung Yeon-je
Dunia

Kata-kata itu diduga mengacu pada Kongres AS. Partai Demokrat Korea Selatan segera menyerang Yoon Suk-yeol, dan menyebutnya telah menodai reputasi negara.

WowKeren - Partai oposisi utama Korea Selatan, partai Demokrat Korea, menyoroti sikap Presiden Yoon Suk-yeol yang dianggap tidak pantas. Melansir Korea Herald, pada Kamis (22/9) Yoon tertangkap kamera menggunakan kata-kata menghina.

Kata-kata itu diduga mengacu pada Kongres AS di Konferensi Pengisian Ketujuh Dana Global di New York. Itu terjadi ketika Yoon meninggalkan tempat, dia tertangkap kamera menggunakan sumpah serapah Korea mengacu pada sekelompok orang yang tampaknya adalah Kongres AS.

Dugaan itu disimpulkan dari kata-kata Yoon bahwa Presiden AS Joe Biden akan dipermalukan jika "parlemen tidak menyetujuinya." Dari konteksnya, Yoon tampaknya mengacu pada Kongres AS terkait pendanaan senilai 6 miliar dolar AS untuk proyek kesehatan global. Yoon sedang berbicara dengan Menteri Luar Negeri Park Jin dan penasihat keamanan nasional Kim Sung-han.

Kabar ini tentu saja dibantah oleh kantor kepresidenan Seoul. Mereka mengklaim bahwa Yoon berbicara secara pribadi dan menghubungkan penggunaan istilah yang menghina dengan masalah diplomatik adalah "tidak pantas."


Kendati begitu, setelah cuplikan video tersebut viral, partai oposisi tak bisa diam begitu saja. Partai Demokrat segera menyerang Yoon, dan menyebutnya telah menodai reputasi negara. Pemimpin Partai Demokrat Park Hong-keun menyebut penggunaan kata-kata yang bersifat menghina dari Yoon terhadap tokoh politik AS sebagai sebuah kecelakaan diplomatik yang besar.

Tak hanya menyoroti kata-katanya, Park juga mengkritik perjalanan Yoon lantaran tidak membuahkan hasil. Sebagaimana diketahui, Yoon diperkirakan akan mengadakan pertemuan puncak formal dengan Biden. Namun, pertemuan puncak itu tidak terjadi.

Alih-alih pertemuan puncak, kedua pemimpin negara itu hanya bertemu sebentar selama acara penggalangan dana sesuai jadwal Biden di New York. Pertemuan itu bahkan berlangsung kurang dari satu menit.

"Saya tidak ingin percaya bahwa percakapan singkat dengan Presiden AS Biden, yang berlangsung selama mungkin 48 detik di tempat acara, adalah keseluruhan KTT," kata Park, yang menyebut Yoon gagal membahas masalah ekonomi mendesak dengan Biden.

(wk/zodi)

You can share this post!