Program Konversi Kompor LPG ke Listrik Batal Tapi Uji Coba Tetap Jalan
Nasional
Kompor Gas vs Kompor Listrik

PLN rupanya akan tetap melanjutkan uji coba penggunaan kompor listrik yang sudah berjalan meski programnya dibatalkan. PLN nantinya akan tetap memantau dan melaporkan hasilnya ke pemerintah.

WowKeren - PT PLN (Persero) telah memutuskan untuk membatalkan program konversi kompor LPG ke listrik pada Selasa (27/9) lalu, setelah menuai beragam pro dan kontra. Meski begitu, proyek uji coba penggunaan kompor listrik ternyata masih akan terus berlanjut.

Hal itu disampaikan oleh Adi Priyanto selaku Direktur Distribusi PLN. Adi menyatakan bahwa pihak PLN akan tetap melakukan proses uji coba, melakukan pemantauan dan melaporkan hasilnya kepada pemerintah.

"(Uji coba) jalan. Kami melihat nanti perilaku dari pelanggan seperti apa. Kita catat kelebihan kelemahannya apa, dan tentunya nanti akan kita laporkan ke pemerintah," ujar Adi Priyanto di Kementerian BUMN, Kamis (29/9).

Namun, target distribusi 300 ribu paket kompor listrik tahun ini juga dibatalkan. "300 ribu enggak jadi ya," ungkapnya.

Sementara itu seperti yang sudah diketahui, PLN akhirnya membatalkan program konversi kompor listrik setelah melakukan beragam pertimbangan. Salah satunya, pembatalan itu dilakukan untuk mendukung kenyamanan masyarakat dalam fokus memulihkan perekonomian pascapandemi COVID-19.


“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal,” ujar Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PLN dalam siaran pers, Selasa (27/9) lalu.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik. Selain itu, PLN juga menyampaikan bahwa tidak akan ada penghapusan golongan pelanggan daya listrik 450 VA, ataupun pengalihan ke 900 VA.

“Tidak ada kenaikan tarif listrik. Ini untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi. Keputusan Pemerintah sudah sangat jelas," pungkasnya kala itu.

Sebelumnya pemerintah diketahui sudah berencana mempersiapkan paket kompor listrik gratis kepada 300 ribu rumah tangga yang jadi sasaran. Untuk memenuhi target 300 ribu rumah tangga pada tahun 2022, pemerintah pun ditaksir membutuhkan anggaran mencapai sekitar Rp 540 miliar. Paket terdiri dari satu buah kompor listrik, alat masak dan MCB (miniature circuit breaker).

Namun program itu menuai pro kontra di masyarakat. Salah satunya dari Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) yang menyatakan penolakan mereka terhadap program konversi kompor LPG ke listrik tersebut.

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait