FIFTY FIFTY menulis surat tulisan tangan dari para member untuk mengungkapkan kalau akan terus berjuang melawan ATTRAKT dan sang CEO Jeon Hong Joon atas permasalahan mereka.
- Alfa Sayyidah
- Jumat, 18 Agustus 2023 - 07:37 WIB
WowKeren - FIFTY FIFTY mengajukan tuntutan pidana kepada CEO ATTRAKT Jeon Hong Joon atas tuduhan melanggar Undang-Undang Tentang Hukuman yang Diperberat dan lain-lain dalam Kejahatan Ekonomi Khusus terkait Pelanggaran Kepercayaan. Ini terungkap dilakukan usai mediasi terkait dengan penangguhan kontrak eksklusif gagal.
Aran, Keena, Saena, dan Sio akhirnya muncul secara pribadi membahas permasalahan mereka. Mereka mengunggah surat bertuliskan tangan membahas posisi saat ini. FIFTY FIFTY memastikan kalau akan berjuang keras demi mendapatkan keadilan.
"Halo, ini Keena, Saena, Sio, dan Aran dari FIFTY FIFTY. Pertama-tama, kami ingin meminta maaf karena membuat kekhawatiran besar untuk semua orang yang mencintai kami. Kami, member FIFTY FIFTY, memutuskan setelah banyak sekali keraguan untuk memberanikan diri untuk menerangkan posisi kami mengingat banyak penggemar yang masih mempercayai kami dan menunggu kami," terang FIFTY FIFTY.
Empat idol ini mengakui sangat kesulitan karena sederet pemberitaan buruk yang semakin membesar. FIFTY FIFTY memastikan kalau pemberitaan salah dan percaya kalau kebenaran akan muncul.
"Kami paham kalau banyak penggemar merasa bingung dengan laporan dari berbagai media saat ini. Kami juga mendapatkan kesulitan hari demi hari, merasakan kesengsaraan yang tak bisa dijelaskan di tengah kesalahpahaman dan tuduhan yang semakin membesar," aku FIFTY FIFTY.
"Meski begitu, di luar kesulitan ini, kami percaya kalau kebenaran harus diungkapkan. Kami percaya kalau kebenaran dibeberkan secara transparan, para penggemar juga akan lebih memahami dan mendukung kami. Member FIFTY FIFTY menerima cinta dan dorongan yang tidak layak diterima dari para penggemar. Juga, ada banyak orang di sekitar member yang bekerja keras untuk membantu. Kami tidak pernah melupakan sedetik pun betapa bersyukur dan berharganya para penggemar dan semua orang yang membantu kami. Kami menghargai perasaan ini dan ingin membalas rasa terima kasih kami dengan bekerja lebih rajin di masa mendatang," ungkap mereka.
"Namun, sebelumnya, kami ingin memperbaiki hal-hal yang dipaksakan dengan cara yang salah melalui hubungan dengan agensi melalui kejadian ini. Pilihan tak terelakkan yang kami buat adalah melindungi musik kami. Saat ini, banyak sekali informasi palsu dalam artikel media dan media sosial yang diberitakan. Namun demikian, kami menahan diri untuk tidak mengomentari pemutusan kontrak eksklusif. Ini tidak berarti kami mengakui informasi atau menerima laporan media yang diberitakan selama ini," terang FIFTY FIFTY.
FIFTY FIFTY menegaskan kalau diam atas komentar miring bukan berarti rumor tentang mereka benar. Mereka memilih untuk berjuang di pengadilan demi membuktikan kalau tidak bersalah. FIFTY FIFTY mengatakan kalau akan berusaha keras demi membalas semua orang yang mempercayai mereka.
"Kami berpikir kalau melawan di pengadilan berdasarkan fakta adalah cara yang tepat untuk menyelesaikan situasi ini. Kami berharap agar kebenaran terungkap selama proses persidangan dan hak-hak kami yang sah akan terjamin, dan kami akan terus menyampaikannya. Dengan begitu, kami akan terus melakukan upaya untuk menyelesaikan kecurigaan dan kesalahpahaman yang salah dengan jelas," lanjut mereka.
"Kami dengan sungguh-sungguh meminta kalian untuk menghapus kritik yang berlebihan berdasarkan kecurigaan dan kesalahpahaman yang salah dan mengamati keadaan secara objektif. Saat ini, semua member kami bersatu dengan satu hati dan satu pikiran, saling mengandalkan dan berdiri teguh. Keinginan tulus kami adalah bekerja sebagai seniman yang tulus di lingkungan yang dapat dipercaya. Member kami akan melakukan yang terbaik sampai akhir untuk mewujudkan keinginan ini. Kami akan melakukan yang terbaik untuk kembali dalam kondisi yang baik sehingga kami dapat membalas orang-orang yang menjaga kami. Terima kasih," tutup FIFTY FIFTY.
(wk/alfa)