Geger Isu Liar Linda Dibayar 30 Juta usai Produser Film Vina Cirebon Diadukan ke Bareskrim
Dee Company
Selebriti

Akun voltcyber_v2 spill isu liar soal Linda saksi kasus Vina Cirebon yang disinyalir dibayar Rp30 juta. Isu ini muncul setelah produser film Vina Cirebon, "Vina: Sebelum 7 Hari", itu dilaporkan atas dugaan membuat kegaduhan.

WowKeren - Kegaduhan kasus Vina Cirebon usai perilisan film "Vina: Sebelum 7 Hari" itu kian memanas usai sosok Linda muncul. Belakangan, Linda malah dicurigai berbohong oleh sejumlah pihak. Dugaan tersebut kian menguat saat TikToker Zanzabella pamer video diduga Linda yang sedang berjoget.

Akibatnya, Linda malah diragukan mengalami trauma berat karena dituding terlibat dalam kasus Vina Cirebon. Tak lama, akun anonim voltcyber_v2 mengungkap isu liar terkait Linda. Ia seolah menyindir Lina dibayar Rp30 juta.

Instagram

Isu Linda Dibayar 30 Juta

"Ya kali aing salah doxing 😌🥱Kemarin ngomong A sekarang ngomong B 🥱Mana tadi yang komen aing umbar aurat?? 😌 Dapet 30juta ya joget² lah anyink 😌," sindir akun tersebut. Tak lama, netter penasaran perihal isu itu.

"Siapa yg ngasih 30jt ???" seru netter. "Bantu jawab produser film v MB," kata yang lainnya.

Sejauh ini, belum diketahui apakah isu liar dari akun cyber itu memang benar atau sekedar isapan jempol. Yang pasti, akun cyber sudah sempat mention produser film "Vina: Sebelum 7 Hari", Dheeraj Khalwani, untuk klarifikasi masalah ini. Akun itu menyentil Dheeraj usai Linda menyangkal disembunyikan seseorang.

Sementara itu, beredar kabar jika produser film "Vina: Sebelum 7 Hari" telah dilaporkan oleh Aliansi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI). Pada 28 Mei, perwakilan ALMI mendatangi Bareskrim Polri guna melaporkan soal itu.

"Kami beranggapan jangan sampai gara-gara film ini, kemudian ada penggiringan opini yang akhirnya bisa memengaruhi teman-teman penyidik, teman-teman kepolisian, sampai ke majelis hakim ketika memutus perkara ini," tutur Sekretaris Jenderal ALMI Mualim Bahar. "Pemerintah berhak mencabut melarang peredaran film itu apabila mengandung kegaduhan yang kami anggap sudah ada delik. Di sini ada delik pidana."

Terkait laporan itu, Bareskrim Polri menyarankan ALMI untuk melapor ke KPI. Selain itu, ALMI disarankan melapor ke LSF.

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait