Hukuman Penjara Somyi eks DIA soal Tuduhan Pelecehan Palsu Ditangguhkan
Instagram/somsom_o0o
Selebriti

Somyi eks DIA tidak jadi dipenjara karena vonisnya ditangguhkan. Begini pendapat dari hakim yang menangani kasus tuduhan pelecehan seksual palsu terhadap mantan CEO agensi tersebut.

WowKeren - Somyi eks DIA (II) tidak jadi dipenjara atas kasus tuduhan palsu yang menjeratnya. Somyi yang disebut sebagai “A” dalam berita ini berurusan dengan hukum setelah menuduh mantan CEO agensi melakukan pelecehan seksual.

Pada Selasa (18/6/2024), Pengadilan Banding Kriminal Divisi 4-1 di Distrik Pusat Seoul menangguhkan hukuman awal 1 tahun 6 bulan penjara kepada seorang terdakwa berinisial A (24 tahun) menjadi dua tahun masa percobaan. A diperkarakan atas dugaan membuat tuduhan palsu soal pelecehan seksual.

A juga diperintahkan untuk menyelesaikan 160 jam pelayanan masyarakat. Dengan perubahan hukuman menjadi masa percobaan, A, yang sebelumnya ditahan dalam persidangan pertama, telah dibebaskan.

“Dalam kasus ini, jika tidak ada bukti objektif, terdakwa bisa dihukum secara tidak adil,” kata hakim. “Pengadilan harus mempertimbangkan kehidupan terdakwa. Mengingat bahwa dia masih muda dan merupakan pelanggar pertama kali tanpa catatan kriminal, pengadilan menawarkan kesempatan bagi dia untuk merehabilitasi dirinya melalui layanan masyarakat, daripada pemenjaraan.”

Sebelum terungkao identitasnya, A disebut sebagai mantan member girl grup terkenal. Setelah menghentikan aktivitas idol-nya, ia mulai bekerja sebagai BJ.

Pada Januari tahun lalu, dia diduga telah menuduh CEO agensinya secara palsu melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Penuntutan meyakini bahwa A membuat tuduhan palsu terhadap CEO agensinya setelah dia menolak untuk putus dengan pacarnya atas permintaan A.

Dalam perkembangan hukum terbaru, pada 27 Februari, Pengadilan Distrik Pusat Seoul mendengar kasus yang melibatkan mantan anggota girl group yang beralih profesi menjadi BJ ini. Penuntutan telah merekomendasikan hukuman penjara satu tahun untuk A, menuduhnya membuat tuduhan palsu terkait pelecehan seksual terhadap seorang eksekutif perusahaan yang disebut sebagai "B." Inti masalah ini adalah klaim A bahwa B mencoba melakukan pelecehan seksual terhadapnya, yang dia laporkan setelah B menolak permintaannya untuk mengakhiri hubungan dengan pacarnya. Penuntutan berargumen bahwa tindakan A dimotivasi oleh rasa dendam setelah penolakan ini.

Selama persidangan pada 27 Februari, A menyampaikan bahwa dia tidak ingin melihat eksekutif perusahaan dihukum. Namun, dia menyangkal bahwa tuduhannya didorong oleh rasa cemburu atau keinginan untuk balas dendam terkait hubungan romantisnya.

A mengklaim bahwa penilaiannya terganggu karena konsumsi alkohol sebelum kejadian yang dipersoalkan. Namun, klaim ini ditantang oleh penuntutan yang mempresentasikan rekaman CCTV yang menggambarkan A meninggalkan tempat kejadian tanpa kelihatan stres, bergerak dengan santai di sekitar ruang kantor, dan bahkan memeluk B.

Pada 21 Maret, Pengadilan Distrik Pusat Seoul memvonis A dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara dan menahannya di pengadilan. Ini adalah hukuman yang lebih berat dari hukuman satu tahun yang diminta oleh penuntut.

A menyangkal tuduhan tersebut, tetapi Hakim Park So Jung menolak untuk menerima pernyataannya, dengan mengatakan, "Pernyataan A tidak konsisten dan tidak sesuai dengan rekaman CCTV."

Pengadilan menilai bahwa pernyataan A adalah palsu, dengan menyatakan bahwa dia tidak mencoba melarikan diri. Meskipun dia menyatakan bahwa kejahatan itu dilakukan di dekat pintu kantor agensinya. A disebut tidak terancam karena pergi dari kantor agensi pelan-pelan, berbaring di sofa, merokok, dan menyentuh CEO agensi B.

A mengunjungi kantor lagi tiga hari setelah itu dan bertemu dengan CEO. Pada hari itu, dia keluar kantor dan berputar-putar seolah-olah menari, dan dia difoto melompat-lompat dalam suasana hati yang baik.

CEO tersebut menegaskan, "A meminta bantuan finansial untuk kegiatan BJ dan mendengar jawaban bahwa dia akan 'mencoba' dan keluar seperti itu." Hakim Park mengatakan, "Untungnya, CEO tersebut dibebaskan dari tuduhan berkat bukti seperti rekaman CCTV dan percakapan KakaoTalk, tetapi tanpa itu, dia bisa dihukum secara tidak adil."

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait