Kiky Saputri dan Denny Sumargo membahas soal pencalonan Marshel Widianto sebagai Calon Wakil Walikota Tangsel. Keduanya pun kepo soal alasan Marshel bersedia jadi kandidat.
- Ria Susilo Wardhani
- Kamis, 18 Juli 2024 - 09:41 WIB
WowKeren - Kiky Saputri mengungkap pendapat tak terduga kala membahas Marshel Widianto bersama Denny Sumargo. Keduanya menguliti alasan Marshel maju sebagai kandidat untuk Pilkada Tangsel.
"Marshel kenapa berani melangkah?" tanya Densu di podcastnya pada 17 Juli. "Beraninya karena apa? Aku kan belum ngobrol sama Marshel juga ya. Karena kebutuhan, apa karena rasa nggak enak, atau emang dia udah nggak bisa kemana-mana aja," seru Kiky.
"Feeling lu (alasannya) lebih ke mana?" cecar Densu. "Tiga-tiganya sih," kata Kiky sambil ngakak bareng Densu. "Ha ha ha, maaf ya Shel ya," seru Densu.
Tak lama, Densu juga menanyai Kiky soal apakah dia mendukung keputusan Marshel sebagai seorang teman. Menanggapi pertanyaan itu, Kiky beri jawaban mengejutkan.
"Tapi lu setuju kalau Marshel maju? Sebagai sahabat?" tanya Densu. "Sebagai wakil walikota, nggak (setuju). Karena gini wakil walikota itu kan jabatan eksekutif artinya beliau akan menjadi pelaksana undang-undang. Kalau buat kapasitas Marshel apalagi di Tangsel yang bukan wilayahnya dia. Dia nggak tahu Tangsel itu permasalahannya apa aja, kecuali di Priok di tempat kelahiran dia, mungkin dia tahu. Kalau dia jadi caleg aku dukung, karena gampang, tidur doang, tidur bangun rapat. Jadi kayanya terlalu berat tugas ini diemban oleh Marshel, tanggung jawabnya terlalu besar," kata Kiky.
Densu lantas memberi masukan pada Kiky agar tak meremehkan kemampuan Marshel. Meski begitu, Kiky tetap ragu kalau ini saat yang tepat bagi Marshel untuk maju di kancah politik Tanah Air.
"Pasti akan mampu, kalau dia sudah 3-4 tahun terjun di situ. Terkesan ujug-ujug (tiba-tiba). Aku justru kasihan sama Marshelnya. Bisa jadi dia punya kapasitas yang lebih tapi waktunya yang belum tepat," kata Kiky. "Ya kuat-kuatin mental aja ya, sama kalau bisa dealnya yang bagus lah Shel. Karena ini kan menyangkut kariernya."
Sebelumnya, Nikita Mirzani dan Pandji Pragiwaksono juga menentang pencalonan Marshel. Keduanya mempertanyakan kapabilitas Marshel dan mengungkit masa lalunya. Namun, Marshel menanggapi kritikan itu secara legowo.
"Saya justru berterima kasih. Kritikan itu bisa membuat saya lebih baik," kata Marshel. "Ini jadi tamparan bahwa memang saya memiliki masa lalu yang buruk dan tidak semua orang yang hidup pasti punya pilihan yang salah."
(wk/riaw)