Tsania Marwa memperlihatan kado-kado yang disimpannya selama 7 tahun untuk kedua anaknya. Sejatinya, kado itu akan ia berikan saat anak-anaknya kembali ke pangkuannya.
- Diah Candra Trisanti
- Kamis, 08 Agustus 2024 - 02:00 WIB
WowKeren - Konflik antara Tsania Marwa dan Atalarik Syah terkait anak hingga kini masih belum usai. Tsania mengaku masih tidak leluasa untuk bertemu dengan kedua buah hatinya yang tinggal di rumah Atalarik.
Melalui unggahan Instagram pribadinya pada Rabu (7/8), Tsania kembali mencurahkan isi hatinya. Ia mengunggah video unboxing kado-kado yang hendak diberikan untuk anak-anaknya. Sudah 7 tahun lamanya ia menyimpan kado tersebut.
Padahal, Tsania ingin memberikan kado itu jika anaknya kembali ke pangkuannya. Sayang, hingga kini ia masih tidak bisa memberikan kado itu kepada anak-anaknya.
"7 tahun beliin anak-anak hadiah dengan harapan bisa kasih karena mereka balik, akhirnya nyerah juga [sic!]," tulis Tsania dalam video unggahannya. "Aku memutuskan untuk 'let it go', ikhlasin aja, pasrahin aja... Sampe lupa hadiahnya apa saking udah lama belinya. Semoga suatu saat mereka lihat video ini yaaa kalau Umi gak pernah lupa [sic!]."
Selain mainan, Tsania juga membeli kado berupa rajutan, bola, hingga tas. Meski tersenyum, raut kesedihan Tsania tidak bisa ditutupi.
Sedangkan, di bagian caption, Tsania berharap agar ia bisa memeluk kembali anak-anaknya suatu hari nanti. Ia kemudian memberikan dukungan untuk ibu-ibu lainnya.
"Menangis adalah HAK.. Meratapi adalah PILIHAN.. Bangkit lagi, masih ada hari esok dengan segala harapan dan kesempatan 💗 [sic!]," ungkap Tsania. "Ps : ini bentuk dokumentasi untuk anak anak suatu haridan sebagai penyemangat untuk semua Ibu Ibu hebat 🤗 Hampir setiap hari ada yang DM saya menceritakan hal yang sama, semoga negara HADIR dengan mengabulkan permohonan di @mahkamahkonstitusi [sic!]."
Menurut Tsania, ia memang bisa bertemu dengan anaknya di sekolah. Kendati demikian, anak-anaknya tidak mungkin membawa kado tersebut. Alhasil, Tsania hanya bisa menyimpan kado tersebut.
"Guys, biar beritanya gak kemana2 saya jelasin sedikit yaaa... Jadi aku memang bisa ketemu di sekolah dengan segala keterbatasan waktu dan tempat [sic!]," jelas Tsania. "Anak anak gak mungkin bawa bawa kado seperti ini karena tidak etis dan saya gak tahu siapa yang menjemput mereka di sekolah apakah kasih izin atau tidak untuk mereka bawa pulang barang dr saya [sic!]."
"Saya mengumpulkan kado2 ini selama 7 tahun dengan harapan mereka balik dan menjadi "Hadiah Sambutan" mereka di rumah. Jadi mereka tahu kalau saya selalu ingat mereka 🤗. Saya cuma berani kirim kado ke rumah sana ketika mereka ulang tahun aja, selebihnya takut jadi masalah 🙏 [sic!]," tandas Tsania.
(wk/diah)