ATG, suami Cut Intan Nabila, pernah mengaku sebagai gentleman karena menikahi sang istri di usia muda. Video itu menuai kritik bersamaan terkuaknya aksi sadis ATG melakukan KDRT hingga istri dan anak trauma berat.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 14 Agustus 2024 - 15:30 WIB
WowKeren - Masa lalu ATG, suami selebgram Cut Intan Nabila, jadi sorotan usai fakta ngeri KDRT istri sejak 2020 terbongkar. ATG yang kini ditahan dan jadi tersangka itu dulunya pernah sesumbar sebagai sosok gentleman.
"Kak ciri-ciri cowok serius gimana, kak?" kata Intan saat membacakan komentar netizen. "Tinggal liat aja nih di sebelah."
"Nikahin jangan pacarin. Gentleman tuh nikahin," kata ATG. "Nikah itu berkah, jangan pacaran."
Video lama ATG yang kembali viral itu menuai reaksi sinis netizen. Pasalnya, perkataan ATG ini justru kontras dengan perangainya yang menghajar sang istri.
"Wajah doang yg kalem kelakuannya buat geleng-geleng kepala. Kalau gentleman itu Ga M*kul cewek dan Gak selingkuh Bang," seru netter. "Terlihat agamis tp ternyata teori doang fahamnya.. memperlakukan perempuan & anak sendiri kok tega kayak gt, apa iya ilmu yg nyangkut di otaknya pas kajian cuma soal nikah doang.. miriss deh. Bisa2nya lg di video sok paling gentleman," tutur netter.
Sementara itu, terkuak pula alasan ATG melakukan KDRT. CEO bisnis barber shop itu murka karena kepergok sang istri kala menonton film porno.
"Cekcok berasal dari HP, yang mana korban meminta penjelasan terhadap apa yang ada di dalam HP tersebut. Bahwa motifnya saya sampaikan mohon maaf, hasil pemeriksaan dari tersangka mohon maaf saya sampaikan bahwa si tersangka ketahuan nonton film porno," seru Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, pada 14 Agustus. "Iya yang terakhir (pemukulan terakhir) pada pukul 10.09 WIB."
Akibat kasus KDRT ini, Intan mengalami trauma berat. Bahkan anak-anaknya juga ikut trauma hingga takut bertemu pria. Ini karena anak-anak Intan dan ATG sering menyaksikan sang ibu jadi korban KDRT sang ayah.
"Perlu teman-teman kami jelaskan bahwa kemarin anggota kami sudah 13.30 sampai di TKP namun kami baru bisa masuk pada pukul 14.00," kata AKBP Rio. "Karena kami menunggu penyidik dari Polwan. Bahwa kami menjaga traumatik dari anak-anak korban. Karena informasi yang kami dapat dari luar sekitar dengan ART bahwa anak-anak korban sangat takut ketemu sama laki-laki."
(wk/riaw)