Wamen ESDM Yuliot resmikan pengaliran gas perdana pipa Cisem 2, beri kepastian pasokan energi bagi industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
- Kamis, 19 Maret 2026 - 17:34 WIB
WowKeren - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot secara resmi membuka pengaliran gas bumi perdana pada pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2, Rabu (18/3). Peresmian yang dilakukan di Batang, Jawa Tengah, ini memberikan kepastian pasokan energi yang lebih besar bagi sektor industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat, sekaligus menandai tahap baru dalam infrastruktur energi nasional.
Dalam sambutannya, Yuliot menekankan bahwa proyek pipanisasi ini menjamin ketersediaan energi yang lebih stabil bagi dunia usaha. "Proyek pipanisasi ini menjamin ketersediaan energi yang lebih stabil. Pelaku industri kini bisa menghitung biaya produksi dengan lebih pasti, menjaga keberlanjutan operasi, serta merencanakan investasi secara terukur," ujar Yuliot. Ia menambahkan bahwa setelah melalui serangkaian uji coba di setiap titik ruas, pipa sepanjang 302 kilometer tersebut telah dinyatakan aman dan bebas bocor.
Yuliot juga menyatakan bahwa peresmian ini merupakan wujud nyata kemandirian energi Indonesia. "Alhamdulillah, proses uji coba lancar sehingga hari ini kita lakukan seremoni gas in Cisem 2. Ini adalah wujud kemandirian energi kita," tambahnya. Proyek Cisem 2 direncanakan menjadi bagian integral dari sistem transmisi gas nasional yang akan mengintegrasikan sumber gas dari kawasan Timur Indonesia, Andaman, hingga Natuna.
Integrasi jaringan pipa gas ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan kawasan industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang dilalui jalur pipa. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penyelesaian pipa Cisem 2 memungkinkan wilayah yang surplus gas di Jawa Timur untuk menyalurkan energinya ke wilayah dengan permintaan tinggi di Jawa Barat.
Laode mengungkapkan bahwa beberapa konsumen besar telah menyatakan komitmen untuk memanfaatkan gas dari pipa ini. "Beberapa konsumen besar seperti Kilang Balongan dan Cikarang Listrindo Tbk sudah menyatakan komitmen untuk memanfaatkan gas ini," ungkap Laode. Hal ini menunjukkan antusiasme dunia industri terhadap kehadiran infrastruktur energi baru tersebut.
Penyelesaian pipa Cisem 2 pada tahun 2026 ini akan dilanjutkan dengan pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem) dalam dua tahun ke depan. Rencana jangka panjangnya, jika seluruh jaringan pipa terhubung, maka transmisi gas dari Sumatera hingga Jawa akan terintegrasi secara penuh. Integrasi ini ditargetkan untuk meningkatkan porsi konsumsi gas domestik yang saat ini berada di angka 65 persen, sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor gas mentah ke luar negeri.
(wk/timw)