Jamaah haji Embarkasi Padang Gelombang II kini diterbangkan langsung ke Jeddah.
- Jumat, 08 Mei 2026 - 14:33 WIB
WowKeren - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat mengumumkan bahwa seluruh jamaah calon haji Embarkasi Padang Gelombang II akan terbang langsung dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jeddah, Arab Saudi. Hal ini merupakan perubahan signifikan dari pola pemberangkatan sebelumnya, di mana jamaah Gelombang I mendarat di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
"Pada gelombang kedua ini, jamaah haji tidak lagi diterbangkan ke Madinah, melainkan langsung ke Jeddah untuk kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Makkah," ungkap Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, dalam konferensi pers di Padang, Kamis (7/5/2026).
Mahyudin, yang juga menjabat sebagai Ketua PPIH Embarkasi Padang, menekankan bahwa perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi jamaah. "Setibanya di Jeddah, jamaah akan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib," tambahnya.
Pemberangkatan Kloter 12 menandai dimulainya perubahan rute ini. Kloter 12 telah berangkat ke Tanah Suci pada Kamis dini hari pukul 03.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Jeddah pada pukul 08.30 waktu setempat. Penerbangan ini menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dengan nomor penerbangan GIA 35012.
Kloter 12 terdiri dari 392 jamaah yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang dengan 178 orang, Kota Sawahlunto 54 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 154 orang, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai 2 orang. Selain jamaah, terdapat lima petugas yang mendampingi mereka, terdiri dari empat petugas PPIH kloter dan satu petugas haji daerah.
Awalnya, Kloter 12 direncanakan mengangkut 393 orang, namun satu jamaah bernama Aluma Asril harus menunda keberangkatan karena masalah kesehatan dan dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Penyelenggaraan haji tahun 2026 mengusung tema pelayanan berbasis kebutuhan jamaah, dengan fokus pada kelompok prioritas. Dalam hal ini, Kementerian Agama mengedepankan tagline "Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan" untuk memastikan bahwa semua proses birokrasi dan pelayanan di lapangan lebih sederhana dan mudah diakses.
"Kami memastikan layanan lebih mudah diakses, terutama bagi jamaah lansia dan mereka yang masuk kategori risiko tinggi (risti)," pungkas Mahyudin. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi semua jamaah haji yang berangkat tahun ini.
(wk/timw)