Jang Wonyoung IVE terlibat kontroversi masker yang berujung pada pengaduan sipil untuk aturan keamanan bandara yang lebih jelas.
- Senin, 15 Juni 2026 - 12:32 WIB
WowKeren - Jang Wonyoung, anggota grup K-Pop IVE, baru-baru ini terlibat dalam kontroversi terkait pemeriksaan identitas di bandara yang berujung pada pengaduan sipil. Insiden ini terjadi setelah video keberangkatan Jang Wonyoung dari Bandara Internasional Gimpo menuju Shanghai, China, pada 30 Mei 2026, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang petugas meminta Jang Wonyoung untuk menurunkan masker wajahnya agar wajahnya dapat dicocokkan dengan foto di paspor. Jang Wonyoung pun sempat mengangkat topinya, menurunkan maskernya, dan kemudian mengenakannya kembali. Momen ini memicu perdebatan di dunia maya mengenai apakah prosedur pemeriksaan tersebut dilakukan dengan benar, yang kemudian dikenal sebagai 'kontroversi sikap'.
Namun, perdebatan ini kemudian bergeser ke masalah aturan keamanan bandara dan keberlakuan standar yang jelas bagi semua penumpang. Pada 15 Juni 2026, dilaporkan bahwa sebuah pengaduan sipil telah diajukan kepada Departemen Manajemen Keamanan Tim Operasional Bandara Gimpo. Pengaduan tersebut meminta pedoman resmi yang lebih jelas mengenai kewajiban penumpang untuk melepas masker, topi, kacamata hitam, dan barang-barang sejenis selama pemeriksaan identitas.
Pengadu dalam hal ini berargumen bahwa fokus seharusnya tidak hanya pada tindakan satu selebriti, tetapi juga pada transparansi aturan bandara. Mereka menyatakan, “Jika ada prosedur keamanan yang harus diikuti oleh penumpang di bandara, pedoman resmi seharusnya disediakan agar penumpang biasa dapat memahaminya dengan mudah dan jelas.”
Pengadu juga meminta penjelasan dari pihak otoritas mengenai aturan mana yang mengharuskan penumpang melepas barang-barang seperti masker atau topi, serta departemen mana yang bertanggung jawab untuk menegakkannya. Mereka mengkhawatirkan bahwa aturan yang tidak jelas dapat menyulitkan kerja staf keamanan bandara.
Lebih lanjut, pengadu menekankan, “Standar pemeriksaan keamanan tidak boleh menjadi longgar atau diterapkan secara berbeda hanya karena seseorang adalah politikus, pengusaha, atau orang terkenal dengan pengakuan publik yang tinggi.” Mereka meminta konfirmasi bahwa standar yang sama diterapkan untuk semua penumpang, terlepas dari status sosial mereka.
Sesuai dengan aturan keamanan penerbangan yang berlaku, operator bandara diharuskan untuk secara hati-hati mencocokkan boarding pass dan ID penumpang untuk memastikan identitas mereka. Jika sulit untuk mengonfirmasi identitas seseorang hanya melalui foto, pemeriksaan tambahan dapat dilakukan.
Di Bandara Internasional Incheon, telah dipasang pengumuman yang meminta penumpang untuk sesaat melepas masker, topi, dan kacamata hitam untuk verifikasi identitas. Korea Airports Corporation diharapkan dapat menangani pengaduan ini paling lambat 23 Juni 2026.
(wk/timw)