BELIFT LAB memberikan pembaruan terkait tindakan hukum untuk melindungi ENHYPEN.
- Selasa, 30 Juni 2026 - 16:39 WIB
WowKeren - ENHYPEN, grup K-Pop yang tengah naik daun, terus berjuang untuk melindungi anggota mereka dari komentar jahat dan pelanggaran privasi. Pada 30 Juni 2026, BELIFT LAB mengeluarkan pernyataan resmi yang menginformasikan bahwa mereka sedang mengambil tindakan hukum terhadap individu yang memposting konten negatif serta melakukan stalking terhadap anggota grup.
Dalam pernyataan tersebut, BELIFT LAB menegaskan bahwa mereka telah mengidentifikasi pelaku dari insiden stalking tahun lalu, di mana seseorang secara ilegal memasuki tempat tinggal ENHYPEN untuk merekam aktivitas anggota secara diam-diam. Kasus ini telah dirujuk ke pihak kejaksaan dengan rekomendasi untuk diadili, dan proses hukum sedang berlangsung.
“Hello. This is BELIFT LAB. First, we sincerely thank ENGENE for always showing unwavering support and encouragement for ENHYPEN,” tulis agensi dalam pernyataannya, menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada penggemar yang selalu mendukung.
BELIFT LAB juga mengungkapkan bahwa mereka terus memantau berbagai portal besar seperti Naver, Daum Cafes, dan Nate Pann, serta platform musik dan media sosial untuk mengumpulkan bukti terkait pelecehan terhadap artis mereka. “Kami sedang mengambil tindakan hukum terhadap postingan dan komentar jahat yang ditujukan kepada artis kami, berdasarkan bukti yang diperoleh dari pemantauan yang berkelanjutan,” lanjut mereka.
Agensi tersebut menjelaskan bahwa mereka akan mengejar semua tindakan hukum yang mungkin dilakukan untuk melindungi artis mereka dari pelanggaran privasi dan kejahatan stalking. Tindakan seperti menyewa sopir untuk mengikuti artis ke acara pribadi atau memasuki akomodasi mereka tanpa izin adalah pelanggaran hukum yang jelas. “Perilaku jahat ini melanggar privasi pribadi artis, mengganggu ketenangan hidup sehari-hari mereka, dan menyebabkan kerugian yang substansial baik bagi artis maupun orang-orang di sekitarnya,” ungkap BELIFT LAB.
Lebih lanjut, agensi menekankan bahwa mereka tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggar, bahkan untuk pelanggar pertama kali. Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa hukuman yang berat diberikan kepada siapa pun yang melanggar hak-hak artis dan mengancam keselamatan mereka.
Insiden stalking yang terjadi tahun lalu menjadi sorotan utama dalam pernyataan tersebut, di mana pelaku yang berhasil diidentifikasi telah dirujuk ke pihak kejaksaan. “Kami akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang dan melakukan yang terbaik untuk memastikan hukuman yang tegas diberikan kepada mereka yang melanggar hak artis kami,” tegas agensi.
Agensi juga menyoroti dampak serius dari tindakan stalking, termasuk pelacakan aktivitas non-publik artis dan penampakan di bandara atau lokasi acara pribadi. Tindakan seperti mengambil foto paspor artis secara dekat saat tiba dan berangkat di bandara serta menyebarkan gambar tersebut merupakan pelanggaran hukum yang serius. BELIFT LAB menyatakan akan mengambil tindakan hukum yang ketat terhadap perilaku yang mengganggu privasi artis atau menghalangi pekerjaan mereka.
“Kami berharap para penggemar dapat bekerja sama untuk menjaga tata tertib dan memastikan keselamatan artis serta semua penumpang di bandara,” pinta BELIFT LAB, menekankan pentingnya kerjasama dari para penggemar.
Di akhir pernyataannya, BELIFT LAB menyampaikan rasa terima kasih kepada ENGENE atas cinta dan dukungan yang selalu diberikan kepada ENHYPEN, serta menegaskan komitmen mereka untuk melindungi hak dan kepentingan artis.
(wk/timw)