Kematian seorang WN Australia di Bali beralih dari dugaan serangan jantung menjadi bunuh diri.
- Senin, 13 Juli 2026 - 19:04 WIB
WowKeren - Kasus kematian seorang warga negara Australia berinisial CJMH (39) di ruang detensi Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, kini memasuki tahap baru yang mengejutkan. Awalnya, pihak Imigrasi menyatakan bahwa hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan dugaan serangan jantung. Namun, penyelidikan awal oleh kepolisian mengungkap indikasi yang berbeda, yaitu bunuh diri.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya indikasi bunuh diri. "Hasil sementara pemeriksaan di lokasi kejadian bahwa korban terindikasi bunuh diri. Polisi meminta supaya dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya," ungkap Leonardo pada konferensi pers yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026.
Leonardo menambahkan bahwa penyidik telah berkoordinasi dengan dokter forensik untuk melakukan autopsi di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar pada Selasa, 14 Juli 2026. Proses autopsi ini diharapkan dapat mengungkap fakta lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban.
Keluarga korban juga telah hadir dan pihak kepolisian telah menjelaskan situasi yang terjadi bersama dengan perwakilan konsulat Australia. Mereka menyetujui pelaksanaan autopsi untuk mendapatkan kepastian lebih lanjut mengenai kematian CJMH.
Dugaan bunuh diri ini tentu menambah kompleksitas pada kasus ini, mengingat sebelumnya telah diberitakan bahwa korban mengalami masalah kesehatan yang diperkirakan berujung pada serangan jantung. Namun kini, pihak kepolisian berupaya untuk mencari tahu lebih dalam mengenai keadaan mental dan kondisi korban sebelum kejadian tersebut.
Kematian di ruang detensi imigrasi bukanlah hal yang baru, namun setiap kasus selalu menimbulkan keprihatinan dan pertanyaan mengenai prosedur penanganan di tempat tersebut. Kasus ini juga mengundang perhatian dari berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat luas, yang berharap agar kasus ini ditangani secara transparan dan adil.
Sementara itu, pihak Imigrasi Ngurah Rai berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan ini. Mereka menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada petugas kepolisian dalam upaya menemukan kebenaran mengenai kematian CJMH.
Dengan adanya autopsi yang direncanakan, diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan masyarakat mengenai bagaimana sebenarnya kejadian yang menimpa CJMH di ruang tahanan tersebut.
(wk/timw)