Dalam wawancaranya dengan Diane Sawyer dari stasiun TV ABC, Rihanna memaparkan secara terperinci peristiwa penganiayaan yang dilakukan mantan kekasihnya, Chris Brown, bulan Februari lalu.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 07 November 2009 - 11:52 WIB
WowKeren - Setelah sekian lama publik terus bertanya-tanya mengenai insiden penganiayaan terhadap Rihanna yang dilakukan oleh mantan kekasihnya, Chris Brown, akhirnya rasa penasaran itu terjawab sudah. Dalam wawancaranya dengan Diane Sawyer dari stasiun TV ABC, seperti dikutip dari MTV News, penyanyi yang akrab disapa RiRi tersebut membeberkan kejadian bulan Februari lalu tersebut.
"Malam itu kami bertengkar," kenang RiRi. Dalam wawancara yang akan disiarkan di acara "Good Morning America" tersebut ia menjelaskan bagaimana saat-saat menyenangkan dalam pesta yang digelar malam sebelum acara Grammy kemudian berubah menjadi kekerasan setelah RiRi mengetahui pesan singkat (SMS) dari seorang wanita tak dikenal di telepon seluler Chris.
"Saya mendapati ia berbohong dan tidak akan mengatakan hal yang sebenarnya," ujar RiRi. "Saya tidak bisa terima ia terus berbohong pada saya. Dan ia tidak tahan karena saya tidak akan pernah membiarkan topik tersebut berlalu."
"Ia tidak akan memberitahu hal yang sebenarnya dan saya tidak membiarkannya," terang pelantun lagu "Umbrella" tersebut lebih lanjut. "Kebenaran terletak pada pesan tersebut, jadi itu mengubahnya menjadi seseorang yang sangat kasar pada saya.. dan itu sangat buruk."
RiRi kemudian membenarkan apa yang tertulis dalam laporan polisi yang menyebutkan bahwa Chris tengah mengemudi ketika ia membenturkan RiRi ke jendela mobil, memukul wajahnya beberapa kali, menggigit dan mengancam akan menghajarnya sesampainya mereka di rumah. Ketika RiRi berusaha menelpon asistennya untuk meminta pertolongan, Chris mengatakan kalau ia telah membuat kesalahan besar, mengancam akan membunuhnya dan melempar telepon genggam RiRi melalui jendela mobil.
Ketika Chris memukulnya, RiRi mencoba menangkis pukulan-pukulan tersebut dengan kakinya tetapi itu tidaklah seperti pertengkaran biasa. "Saya hanya ingin itu berakhir. Hal yang selalu saya pikirkan sepanjang waktu saat itu: kapan hal ini akan berhenti?" ujar RiRi.
Seseorang yang melewati mereka lalu mendengar teriakan RiRi dan kemudian memanggil 911, nomor panggilan darurat, tetapi sejujurnya ia tidak terpikirkan ide apapun untuk mendapatkan pertolongan. "Saya telah dipukul berkali-kali. Saya berdarah. Saya terluka di wajah. Tidak ada jalan bagi saya untuk pulang kerumah. Pilihan saya selanjutnya adalah keluar dari mobil dan berjalan kaki dengan mengenakan gaun dan wajah berdarah-darah, jadi saya sungguh tidak tahu apa rencana saya (saat itu). Saya tidak punya rencana; seluruh kejadian malam itu bukanlah bagian dari rencana saya," imbuh RiRi.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, RiRi mengatakan kalau ia tidak yakin apa yang telah mengubah kemarahan Chris hingga titik tersebut. Tetapi, satu hal yang pasti adalah luka di dalam hati tidak akan mudah sembuh seperti luka fisik. "Anda mengingatnya kembali. Anda mengingatnya sepanjang waktu. Itu (kenangan buruk tersebut) datang kembali pada anda, tidak peduli apakah anda suka atau tidak. Dan itu sangat menyakitkan, jadi saya tidak berpikir kalau ia (Chris) mengerti akan hal itu," ujar RiRi.
Menanggapi wawancara RiRi tersebut, Chris mengatakan meski ia menghormati hak Rihanna untuk membicarakan detail kejadian tanggal 8 Februari tersebut, ia merasa hal tersebut harusnya menjadi hal pribadi diantara mereka berdua. Walau demikian, pelantun lagu "With You" ini selalu mendoakan ytang terbaik untuk Rihanna.
Akibat dari kejadian tersebut, Chris diganjar hukuman kerja sosial selama 180 hari di kampung halamannya, Virginia. Selain itu, ia juga mendapat hukuman masa percobaan dengan pengawasan selama 5 tahun dan wajib mengikuti konseling untuk kekerasan dalam rumah tangga. Chris pun mendapat perintah untuk menjauhi Rihanna dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
(wk/)