Padahal sebelumnya, ia tak mendapat protes saat menggunakan trailer tersebut untuk syuting film lain dan diparkir di tempat yang sama.
- Tim WowKeren
- Kamis, 19 Mei 2011 - 08:40 WIB
WowKeren - 11 Mei lalu, Will Smith mengundang kemarahan warga dan pejalan kaki di Soho, New York City, karena ia meletakkan trailer ukuran jumbo yang dijuluki "The Heat". Trailer dengan luas sekitar 106,83 meter persegi dan berat 30 ton itu dirancang khusus sebagai rumah kedua bagi Will saat ia syuting film "Men in Black 3".
"Ini sangat konyol. Saya telah tinggal di sini selama 26 tahun dan saya tak pernah melihat benda sebesar ini," kata Myrna Reisman (62), warga yang tinggal dekat tempat diparkirnya trailer di jalan Broome & Greene. "Ini seperti apartemen dua tingkat. Bagaimana pendapat Will Smith jika saya memarkir trailer seperti ini di depan rumahnya? Orang-orang kadang lupa kalau ini kawasan tempat tinggal dan bukannya kawasan untuk syuting film."
"Trailer itu lebih besar dari ukuran apartemen saya," ujar Brigette Moreno (22) menimpali. "Bau yang dikeluarkan sungguh menjijikkan. Rasanya seperti tinggal di pom bensin. Saya sangat suka Will Smith tapi saya akan malu jika itu trailer saya."
Setelah mendapat laporan, pihak pemerintah kota diwakili Walikota Michael Bloomberg meminta Will untuk memindahkan trailernya ke lokasi yang lebih tertutup dan jauh dari keramaian. Menanggapi hal itu, baru-baru ini ayah Jaden Smith dan Willow Smith tersebut mengaku heran dengan segala pemberitaan tentang trailer jumbo miliknya mengingat ia sering menggunakan "The Heat" dan tak pernah ada protes sebelumnya.
"Saya tak paham dengan segala kontroversi yang ada. Saat syuting 'Men in Black 1', 'Men in Black 2' dan 'Hitch', saya juga menggunakan trailer yang sama di tempat yang sama," kata Will pada mantan manajernya, Russell Simmons, di GlobalGrind.com. "Kenyataannya, kami menggunakannya setiap saat. Kami memberikan lapangan kerja dan jutaan dollar pada New York City."
Namun, Will tak ingin terlalu berkomentar banyak. Pasalnya, dia khawatir, pernyataannya tersebut akan salah dimengerti baik oleh media maupun masyarakat umum.
(wk/)