Beckham ingin merevolusi MLS dengan mencabut aturan batasan gaji demi membuat kompetisi sepakbola di Amerika itu lebih menarik.
- Tim WowKeren
- Kamis, 03 April 2014 - 12:00 WIB
WowKeren - Eks bintang Inggris, David Beckham, agar penyelenggara Major League Soccer (MLS) mencabut aturan batas gaji pemain yang berlaga di kompetisi sepakbola Negeri Paman Sam. Karena, aturan itu menyebabkan banyak pemain top tak mau melanjutkan karir sepakbolanya di MLS.
"Kami akan bekerja ke arah itu," kata Beckham. "Menarik pemain dengan nama besar, sehingga kompetisi ini bisa semakin atraktif."
Secara jelas, Beckham memang menginginkan beberapa pemain untuk memperkuat klubnya di Miami, yang direncanakan bakal ikut berkompetisi pada 2017 mendatang. Meski tak menyebut nama, pemain yang akrab disapa Becks ini mengisyaratkan akan merekrut pemain dengan nama besar. Dan, hal itu bisa terealisasi jika aturan pembatasan gaji tidak ada lagi.
Pada 2007, ketika Becks menandatangani kontrak dengan LA Galaxy, badan liga terpaksa membuat aturan baru tentang gaji pemain. Aturan itu memungkinkan pemain yang ditunjuk atau pemain top, bisa mendapatkan gaji yang melebihi aturan yang disepakati. Eks penggawa Manchester United dan Real Madrid itu sendiri mendapatkan bayaran USD 6,5 juta (Rp 73 miliar) semusim, termasuk jaminan bonus selama lima tahun pertamanya di MLS. Ini yang akhirnya menarik minat nama besar lainnya seperti Thierry Henry, Robbie Keane dan Cuauhtemoc Blanco.
Mengenai rencananya di Miami, suami Victoria Adams itu mengungkapkan ia memang memilih kota itu karena mengenal baik Miami. Ayah 4 anak tersebut mengaku senang dengan kehidupan di sana.
"Aku sudah di sini berkali-kali sebelumnya dan aku tahu budaya, semangat kota, juga orang-orangnya," terang Beckham. "Aku menciptakan identitas sendiri karena tidak ada tim di sini, membangun tim dengan nama baru, warna, juga stadion baru."
(wk/)