Netter menilai Susi Pudjiastuti lebih baik daripada Ratu Atut yang terjerat kasus korupsi di KPK.
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 Oktober 2014 - 14:41 WIB
WowKeren - Nama Susi Pudjiastuti menjadi pembicaraan para netter setelah diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di "Kabinet Kerja" Joko Widodo. Terpilihnya Susi menjadi kontroversi karena diketahui merupakan perokok, memiliki tato dan belum tamat SMA.
Hingga saat ini Susi masih menjadi pembicaraan hangat para netter. Bahkan, di Twitter, wanita berusia 49 tahun itu dibanding-bandingkan dengan mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Netter menilai bahwa Susi lebih baik daripada Ratu Atut yang terjerat kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Karena yg tampil religius pun belum tentu niatnya baik," tulis pemilik akun @OmDennis sambil mengunggah foto Atut dan Susi. Foto yang bertuliskan #Stand Up For Susi itu mendapat tanggapan dari netter lainnya.
"Yang pintar banyak, tapi yang pekerja keras dan mengerti pekerjaan susah carinya, ya mbok Susi," ujar akun @budibrur. "Yang ribut soal penampilan luar Bu Susi Pudjiastuti, mungkin sukanya orang yang seperti Ratu Atut. Tampilannya kalem, tapi korupsi," tambah akun @TriAndry .
"Mungkin Ratu Atut berjilbab dan korupsi, tapi kenapa kita harus ikut mengkritik Ratu Atut? Mendukung Ibu Susi, bukan berarti harus membandingkan dengan Ratu Atut kan?" tambah akun @DevilChild80. "Liat dulu kerjanya, pengalamannya, jangan melihat fisiknya. Bandingkan dengan si Ratu Atut," ujar @Helmy_Abdillah.
Sementara itu, Susi telah banyak makan asam garam kehidupan sebelum menjadi menteri. Menurut Merdeka, wanita berusia 49 tahun ini pernah dikeluarkan dari kelas II SMAN Yogyakarta karena keaktifannya dalam gerakan Golput. Susi memulai profesinya sebagai pengepul ikan dan 13 tahun kemudian berhasil mendirikan pabrik PT ASI Pudijastuti Marine Product.
Tak hanya itu, Susi juga banyak penghargaan. Beberapa diantaranya adalah Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.
(wk/)