Meski korban sudah ada yang kembali ke Tanah Air, belum ada kejelasan dari Kemenag maupun Pemerintah Arab Saudi terkait kompensasi musibah crane jatuh.
- Tim WowKeren
- Rabu, 07 Oktober 2015 - 13:02 WIB
WowKeren - Jemaah haji Indonesia yang terkena musibah jatuhnya crane di Mekah pada Jumat (11/9) lalu telah ada yang kembali ke kampungnya. Namun rupanya, kejelasan soal santunan yang dijanjikan Pemerintah Arab belum jelas nasibnya.
Salah satu korban, Sainten, telah kembali ke Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dia sudah berada di rumah namun patah kaki yang dialaminya belum juga sembuh.
Sainten membutuhkan dana untuk pengobatan. Ia sendiri tak tahu kapan dana itu akan cair karena hingga saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI, belum memberitahukan hal tersebut kepada dirinya.
Di sisi lain, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memang belum mendapatkan konfirmasi kapan cairnya dana tersebut. Namun Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mendesak Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait santunan ini.
"Santunan korban crane kapan cairnya?" kata Saleh pada Merdeka.com. "Kita pengennya tak lama setelah prosesi jamaah haji selesai santunan sudah diberikan kepada semua korban. Tolong dipercepat pencariannya agar tidak ada satu pun warga Indonesia yang hilang di negara lain."
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi akan mengurus proses pencairan santunan korban robohnya craine di Masjidil Haram itu. Seperti janjinya, Pemerintah Arab Saudi akan memberikan kompensasi sebesar satu juta Riyal (setara Rp 3,8 miliar) untuk keluarga korban meninggal sementara korban luka-luka mendapatkan santunan 500 ribu Riyal (setara Rp 1,7 miliar)
(wk/)