Netizen mengkritik pedas acara 'King of Mask Singer' karena mengomentari bentuk tubuh Jihyo.
- Tim WowKeren
- Rabu, 27 Juli 2016 - 10:55 WIB
WowKeren - Acara "King of Mask Singer" tengah kebakaran jenggot. Acara tersebut yang menampilkan Jihyo Twice ramai menuai hujatan netizen.
Protes yang dilayangkan netizen ini terjadi gara-gara ucapan para panelis saat mengomentari Jihyo. Netizen tak terima karena panelis melontarkan komentari mengomentari tubuh Jihyo.
Saat itu para panelis "King of Mask Singer" mencoba menebak identitas Jihyo melalui penampilan fisiknya. Namun, para panelis ini malah menyebut tubuh Jihyo seperti ibu-ibu dan tak pantas menjadi idol.
"Dia terlihat seperti ibu-ibu yang sudah memiliki anak," komentar seorang panelis. "Menurutku dia bukan idol," komentar panelis lainnya. "Idol sekarang ini memang tak bisa menjaga tubuhnya ya, lehernya seperti orang terkena turtle neck syndrome," sahut panelis yang lain.
Komentar-komentar buruk soal bentuk tubuh Jihyo ini rupanya menyulut kemarahan netizen. Netizen menilai tak seharusnya para panelis mengomentari bentuk tubuh peserta dan fokus pada suaranya. Selain itu, netizen juga mengkritik mengapa pihak produksi "King of Mask Singer" tak mengedit komentar-komentar yang dinilai merendahkan Jihyo tersebut.
"Berkata kasar tentang bentuk tubuh seseorang membuatku merasa tak nyaman menontonnya," komentar netter. "Kau harus segera minta maaf kalau tidak ganti saja acaramu dengan judul 'Mask Body King'," komentar netizen lainnya. "Dia kan nyanyi pakai topeng, kenapa kalian malah menilai dari faktor eksternalnya seperti tubuhnya? Dia pasti merasa sangat sakit hati mendengar komentar kalian," komentar netizen yang lain.
Melihat banyaknya protes netizen, produser "King of Mask Singer" pun akhirnya merilis pernyataan. Produser Noh Si Yong berjanji tak akan mengulangi kejadian seperti ini lagi.
"Mereka (panelis) harus menebak identitas dengan informasi terbatas hanya lewat suara karena wajahnya ditutupi di program ini. Mereka pun harus menebak lewat penampilan luarnya," ujar Noh Si Yong. "Bagaimanapun juga, seharusnya kami bisa mempertimbangkan bahwa penonton akan merasa tak nyaman karena hal semacam ini. Kru produksi akan lebih berhati-hati jadi sesuatu semacam ini tak terjadi lagi di masa depan."
(wk/)