Protes Eksekusi Mati, Rakyat Nyalakan Seribu Lilin Kekecewaan Untuk Jokowi
Nasional

Seribu lilin adalah simbol kekecewaan terhadap pemerintah yang bersikeras menerapkan hukuman mati.

WowKeren - Rencana eksekusi mati terhadap 14 terpidana kasus narkoba rupanya ditentang oleh sebagian masyarakat. Puluhan orang bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bahkan menggelar aksi damai di depan Istana Negara, Jakarta pada Kamis (28/7).

Menurut Koordinator LBH Masyarakat, Antonius Badar, aksi damai itu mereka lakukan untuk meminta Presiden Joko Widodo membatalkan rencana eksekusi mati tahap tiga bagi para terpidana. Mereka juga menyalakan seribu lilin sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah yang bersikeras menerapkan hukuman mati.

Antonius menyebut ada beberapa alasan mengapa mereka mendesak dihapuskan pidana hukuman mati. Salah satunya yakni hukuman mati akan menghilangkan rasa kemanusiaan sebagai bangsa yang beradab.

"Jelas, penerapan hukuman mati itu tidak sesuai dengan nilai-nilai universal hak asasi manusia," ujar Antonius dilansir Kompas. "Bahkan banyak negara sudah menghapus kebijakan itu."


Antonius juga menjelaskan jika pihaknya masih menemukan kelemahan dalam proses penanganan perkara kasus narkoba itu. Contohnya dalam kasus Humphrey Jefferson dan Merry Utami dimana hakim tidak bisa membuktikan bahwa kedua orang tersebut adalah pengedar.

"Di persidangan tidak pernah ada bukti cukup yang menunjukkan mereka berdua sebagai pengedar," imbuh Antonius. "Selain itu banyak terpidana yang tidak mendapat pengacara saat diperiksa."

Sementara itu, pemerintah tetap melaksanakan eksekusi mati terhadap para terpidana pada Jumat (29/7) dini hari. Namun, dari 14 terpidana, hanya empat orang yang sudah di eksekusi mati. Keempat terpidana itu yakni Freddy Budiman (Indonesia), Seck Osmane (Nigeria), Michael Titus Igweh (Nigeria) dan Humphrey Ejike (Nigeria).

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait