Pihak TNI AU meminta maaf soal dugaan kasus pemukulan wartawan yang dilakukan anggotanya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 16 Agustus 2016 - 12:07 WIB
WowKeren - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI AU terhadap dua wartawan di Medan, Sumatera Utara mengejutkan publik. Kabarnya dua awak media Array Argus dan Andi Syafrin mengalami tindak kekerasan saat akan meliput unjuk rasa di Pangkalan Udara (Lanud) Suwondo, Medan.
Berdasarkan pengakuan mereka, oknum TNI AU itu memukul mereka dengan balok, menginjak dan menyeret korban. Tidak hanya itu, sejumlah alat kerja seperti kamera juga diambil dan dirusak.
Dugaan penganiayaan ini rupanya juga menjadi perhatian TNI AU sendiri. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (AU), Marsma TNI Jemi Tri Sonjaya, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan dan meminta maaf pada para awak media.
"Kami TNI AU meminta maaf kepada seluruh media, terutama media yang ada di Medan. Danlanud (komandan pangkalan udara) juga sudah menyampaikan permintaan maaf tersebut. Karena juga di lapangan, kadang suka tidak terkontrol, namanya manusia pasti akan muncul emosi. Untuk itu kami meminta maaf kepada para awak media," ujar Jemi dilansir dari Viva.
Lebih lanjut, Jemi juga menjelaskan jika mereka telah mengembalikan alat wartawan yang sempat diambil. Pihak TNI AU juga akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
"Barang sudah dikembalikan, barang yang rusak juga rencananya diganti. Sebelumnya, sudah ditekankan tak ada tindakan represif tapi dipancing salah satu oknum provokator sehingga terjadi hal itu," pungkasnya.
(wk/)