Dituding Pecat Karyawan Laki-Laki Secara Tak Adil, CEO Yahoo Digugat
SerbaSerbi

Usai hacker dan isu memata-matai, Yahoo kembali diterpa isu miring. Kabarnya banyak pegawai laki-laki secara tidak adil.

WowKeren - Yahoo tengah menjadi sorotan belakangan ini. Beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar yang menyebutkan jika ada sekitar 500 akun pengguna yang menjadi korban peretasan.

Tidak cukup sampai disitu, baru-baru ada isu lainnya yang menyebutkan jika Yahoo memata-matai email pengguna atas permintaan pemerintah AS. Meski begitu, hal itu segera dibantah oleh perwakilan Yahoo.

Baru-baru ini muncul kabar miring lainnya terkait Yahoo. Mantan petinggi Yahoo bernama Scott Ard mendaftarkan gugatan untuk menuntut CEO Yahoo, Marrisa Mayer.

Menurut Ard, Mayers telah memberlakukan sistem penilaian performa karyawan yang tidak sesuai. Akibat hal tersebut, banyak pegawai laki-laki yang akhirnya dipecat.


"Mayer mendorong dan membuat penilaian performa karyawan berdasarkan sistem rating yang disebut untuk mengakomodasi manajemen yang subjektif. Tetapi di sisi lain penilaian ini justru merugikan karyawan laki-laki karena terkesan bias dan subjektif," isi gugatan Ard.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Yahoo Carolyn Clark memberikan klarifikasi. Ia membantah pemecatan karyawan laki-laki itu dan mengatakan jika perusahaan telah menerapkan sistem yang adil untuk semua pegawai.

Scoot Ard sendiri merupakan karyawan Yahoo yang telah bekerja selama 3,5 tahun sebagai pemimpin redaksi untuk Yahoo Business Journal. Namun pada Juni 2014 ia mengaku dipecat dengan alasan performa yang kurang memuaskan dan tugasnya dialihkan pada pegawai perempuan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!