Inilah tanggapan Muchdi, mantan terdakwa kasus pembunuhan Munir ditengah perkara yang kembali bergulir.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Oktober 2016 - 17:03 WIB
WowKeren - Perkara pembunuhan Munir kembali diangkat ke hadapan publik. Hilangnya dokumen asli Tim Pencari Fakta (TPF) Munir itu kini diusut lagi. Merebaknya kasus yang menyeret mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga sempat diisukan berbau politis.
Baru-baru ini, mantan terdakwa kasus pembunuhan Munir, Muchdi Purwoprandjono memberikan komentarnya. Lelaki yang pernah menjabat sebagai Mantan Komandan Pasukan Khusus (Koppasus) TNI Angkatan Darat itu berpendapat pengusutan perkara tersebut hanya sensasi dan kegiatan cari uang semata.
Muchdi menuding ada pihak yang sengaja memanfaatkan perkara ini. Ia juga meragukan ketulusan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam menyelesaikan kasus tersebut. Muchdi menambahkan LSM hanya ingin mendapatkan simpati dari lembaga donatur di Amsterdam, Belanda.
"Itu sensasi aja. Perkara ini tidak akan selesai karena ada sekelompok orang yang menyalahgunakan," kata Muchdi. "Baik Hendardi, Usman Hamid dan lainnya hanya memanfaatkan kasus tersebut. Pada ujungnya supaya memperoleh uang dari Amsterdam."
Muchdi menjadi terdakwa karena posisinya saat itu menjabat sebagai deputi Badan Intelijen Negara (BIN). Jaksa menuding Muchdi adalah orang yang memerintahkan untuk membunuh Munir dengan alasan balas dendam. Hal ini dilatarbelakangi karena aktivis HAM tersebut kerap mengkritik Komando Pasukan Khusus (Koppasus). Namun Muchdi akhirnya dibebaskan oleh pengadilan.
(wk/)