Republik Jadi Partai Anti-Islam, Trump Ancam Usir Muslim dari AS?
Dunia

Begini usaha Partai Republik menjegal perkembangan Islam di AS selama ini.

WowKeren - Menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat, publik pun menyorot nama Donald Trump dan Hillary Clinton. Namun kehadiran miliarder nyentrik, Trump selalu menjadi kontroversial.

Sejalan dengan Partai Republik, Trump kian menegaskan sikap anti-Muslim. Tidak hanya sikap kebencian, ia bahkan kerap membuat sentimen buruk Islam sebagai hal biasa di masyarakat Amerika.

Hal tersebut diungkapkan oleh direktur hubungan pemerintah di lembaga advokasi Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), Robert S McCaw, dilansir dari CNN Indonesia. Ia menjelaskan bahwa selama ini Partai Republik berusaha untuk menjegal peraturan yang dinilai mengandung Syariat Islam.


"Trump menegaskan sikap anti-Islam Republik yang telah berlangsung selama 16 tahun terakhir," ungkap Robert. "Dia melipatgandakannya dan mewujudkannya menjadi aksi di jalanan."

"Walau lahir di AS, namun tinggal di Suriah, Irak atau Sudan, mereka tidak bisa lagi datang ke Amerika sebelum menjalani pemeriksaan yang berbeda," tambah Robert. Bahkan para politisi Republik juga gencar melarang pendirian masjid.

Sikap Partai Republik dan Trump itu disebut-sebut meningkatkan kasus Islamofobia di AS. Tak heran jika jumlah muslim pendukung Partai Republik semakin menurun dari tahun ke tahun.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait