Mantan ketua umum pengurus pusat Muhammadiyah itu memberikan sedikit penjelasan sebagai berikut.
- Tim WowKeren
- Senin, 07 November 2016 - 18:09 WIB
WowKeren - Video cuplikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mencatut surat Al Maidah telah menjadi kontroversi. Kasus tersebut kini sedang diselidiki oleh polisi. Apa saja sebenarnya ucapan Gubernur DKI Jakarta waktu itu?
Video Ahok di Pulau Seribu versi lengkap sekarang telah tersebar di YouTube. Ahmad Syafii Ma'arif, mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah mengaku sudah mendengar dan menyaksikan secara lengkap.
Ahmad Syafii atau yang akrab disapa Buya Syafii menjelaskan tidak ada satu ucapan Ahok yang menghina. Ia menganggap fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Ahok tidak teliti.
"Dalam fatwa itu jelas dituduhkan bahwa Ahok telah menghina Alquran dan menghina ulama," ujar Buya Syafii. "Semua berdasarkan fatwa MUI yang tidak teliti. Semestinya sebagai lembaga menjaga martabatnya, benar-benar dipertimbangkan secara jernih, cerdas dan bertanggung jawab."
Video Ahok di Pulau Seribu memang mencantumkan Surat Al Maidah. Namun tidak terdapat kata-kata yang bermaksud menghina. Ahok justru mengajak masyarakat bersikap jujur dan memilih sesuai hati nurani mereka.
"Jadi jangan percaya sama orang," kata Ahok dalam video versi panjang. "Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin pakai Surat Al-Maidah 51 macem-macem tersebut. Itu hak bapak ibu ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa dipilih nih, karena takut masuk neraka. Gak papa karena itu kan panggilan pribadi."
Buya Syafii menyuruh masyarakat untuk menilai kata mana yang dianggap penistaan. Ia menuturkan maksud Ahok merupakan ajakan untuk tidak terpengaruh kepada orang yang melakukan politisasi menggunakan surat Al Maidah ayat 51. Ahok tidak mengatakan bahwa kutipan kitab suci Alquran tersebut bohong.
"Jika diperhatikan saksama, tidak ada ucapan Ahok yang menghina. Perhatikan, apa terdapat penghinaan Alquran? Hanya otak sakit saja yang berkesimpulan begitu," ujar Buya Syafii. "Yang dikritik Ahok adalah mereka yang menggunakan ayat itu untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih dirinya."
Buya Syafii menganggap MUI telah melakukan kesalahan besar dengan mengeluarkan fatwa kepada Ahok. "Apakah kita mau mengorbankan kepentingan bangsa dan negara itu akibat fatwa yang tidak cermat itu," ujar Buya Syafii.
(wk/)