Ini ancaman dan tindakan kekerasan yang dilakukan para pendukung Trump kepada kaum minoritas.
- Tim WowKeren
- Jumat, 11 November 2016 - 08:46 WIB
WowKeren - Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat menuai pro dan kontra. Meski baru beberapa hari, kisah horor sudah dialami oleh sejumlah umat Muslim dan imigran di AS terkait kemenangannya.
Hal itu disampaikan oleh otoritas di dua universitas di California. Mereka mengaku sedang melakukan proses investigasi atas kasus penyerangan terhadap dua mahasiswi minoritas Muslim yang terjadi pada Rabu, 9 November atau sehari setelah kemenangan Trump.
Dilansir dari AFP, para pelaku sempat berkomentar tentang kemenangan Trump dan keberadaan komunitas Muslim. "Komentar-komentar yang dialamatkan kepada korban menunjukkan bahwa ia diserang karena dia Muslim," ungkap Pejabat Polisi Josh Mays.
Selain dugaan kebencian, dompet, ransel dan kunci mobil korban juga ikut diambil. Korban yang lari mencari pertolongan, kembali dengan membawa polisi namun mobilnya telah hilang.
Selain itu, seorang pendukung Trump juga dilaporkan melakukan penghinaan dengan menarik kerudung mahasiswi di Universitas Negeri San Jose. "Seorang pendukung Trump berusaha membuka hijab saya... Ini bukan lagi lelucon, semua orang yang bukan kulit putih sudah menjadi target. Berhati-hatilah," tulis mahasiswi tersebut.
(wk/)