Jelang Serah Terima Jabatan, Ini Nasehat Obama ke Trump
Dunia

Pesan seperti apakah yang disampaikan Obama kepada Trump melalui jumpa pers ini? Simak selengkapnya.

WowKeren - Senin, 14 November, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menggelar jumpa pers pertama di Gedung Putih setelah Donald Trump resmi terpilih sebagai Presiden baru. Dalam jumpa pers itu, Obama menyampaikan beberapa hal mengenai pemerintahan yang akan dijalankan Trump sebagai Presiden baru Amerika.

Pertama, Obama menyebut Trump harus menyesuaikan temperamennya saat dihadapkan pada berbagai kenyataan dalam tugas barunya usai dilantik pada 20 Januari 2017 mendatang. Obama juga meminta Trump menahan diri dan berhati-hati dalam memilih kata-kata.

Selain itu, Obama juga menyebut bahwa mendeportasi jutaan imigran, mencabut kesepakatan pertahanan dengan NATO dan Jepang serta membongkar kembali kesepakatan global pada program nuklir Iran dan juga soal perubahan iklim, bukan hal sederhana seperti menyampaikan retorika keras. "Terlepas dari pengalaman maupun asumsi apapun yang dibawanya ke kantor, kantor ini memiliki cara tersendiri untuk menyadarkan Anda," pesan Obama.


"Akan ada elemen tertentu dari temperamennya yang tidak akan menguntungkannya, kecuali dia mengakui dan memperbaikinya. Karena saat Anda seorang capres dan Anda mengatakan sesuatu yang tidak akurat atau kontroversial, itu akan memiliki dampak lebih kecil daripada ketika Anda menjadi presiden Amerika Serikat. Semua orang di dunia memperhatikan. Pasar terus bergerak," jelas Obama.

Tak ketinggalan, Obama berpesan agar Trump benar-benar memberikan persatuan bagi rakyat Amerika seperti dalam pidato kemenangannya 8 November lalu. "Saya terdorong oleh pernyataannya pada malam pilpres soal perlunya persatuan, keinginannya untuk menjadi presiden bagi seluruh rakyat. Saya menekankan kepadanya, lihat, dalam pilpres seperti ini yang penuh kompetisi dan terpecah-belah, bahasa tubuh menjadi penting," ucapnya.

"Sangat penting untuk berusaha mengirimkan sinyal persatuan, dan menjangkau kelompok minoritas atau kaum wanita atau kelompok lain yang khawatir soal arah kampanye. Apakah saya memiliki kekhawatiran? Tentu. Tentu saja, saya punya kekhawatiran. Dia dan saya berbeda dalam banyak hal. Tapi pemerintah federal dan demokrasi kita bukanlah kapal cepat -- tapi sebuah kapal samudera," pungkasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait