Apa alasan Ahok pernah menghentikan pemberian dana hibah ke Bamus Betawi? Apakah ada sentiman pribadi atau alasan lainnya? Simak di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Jumat, 25 November 2016 - 14:44 WIB
WowKeren - Alasan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok enggan mengambil masa cuti kampanyenya telah terungkap. Ahok berniat mengawal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), terlebih lagi beberapa proyek yang ia gagas mulai mental.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono kini juga mengubah Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2017. Akibat dari perubahan ini adalah dana hibah ke Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. Soni memutuskan tetap menganggarkan hibah untuk Bamus Betawi. Padahal, Ahok sempat menghentikan pemberian dana hibah itu karena Bamus Betawi dianggap bersikap politis dengan menyatakan Gubernur DKI harus orang Betawi.
Ahok juga menilai, para tokoh Bamus Betawi juga pernah melontarkan ungkapan kebencian pada saat Lebaran Betawi. "Itu sudah melanggar Pancasila dan UUD 1945. Dia bilang Jakarta harus Betawi yang jadi gubernur dia. Itu sudah enggak betul," kata Ahok saat itu.
Berbeda dengan Soni. Menurut Soni, menghentikan dana hibah terhadap Bamus Betawi bukan hal tepat karena hal itu menyangkut kebudayaan yang menjadi sejarah Jakarta. Jika ada masalah dengan Bamus Betawi, Soni menilai, permasalahan itu diselesaikan dengan cara dialog, bukan dengan menghentikan dana hibah.
Sekedar informasi, tahun 2016 Bamus Betawi memperoleh dana hibah Rp 2,5 miliar dari APBD-P DKI 2016. Rencananya, Bamus Betawi akan mendapatkan dana hibah sebesar Rp5 miliar dari APBD DKI 2017.
(wk/)