Donald Trump mencari cara lain untuk menuntut Hillary Clinton usai munculnya wacana penghitungan suara ulang.
- Tim WowKeren
- Selasa, 29 November 2016 - 10:05 WIB
WowKeren - Usai terpilih sebagai presiden Amerika Serikat beberapa waktu lalu, Donald Trump sempat mengatakan jika pihaknya tidak akan mendorong penyelidikan pada kasus email Hillary Clinton lagi. Namun belakangan ini presiden dari Partai Republik itu sepertinya berubah pikiran.
Donald Trump kabarnya meminta duta besarnya untuk mendesak pemerintah negara asing untuk menginvestigasi Clinton Foundation. Seorang sumber mengatakan jika kunci diplomatiknya dan di Haiti dan Kolombia yang memiliki keterlibatan uang.
Seperti diketahui, email Clinton yang bocor beberapa waktu lalu memunculkan dugaan adanya beberapa orang terkait Clinton Foundation yang menerima dana federal. Kabarnya ada jutawan Kolombia yang mendapat keuntungan dari yayasan tersebut.
Pihak FBI sendiri telah melakukan penyelidikan pada kasus email Clinton tersebut. Namun mereka menyatakan tidak adanya tindak kriminal dalam surel tersebut.
Sementara itu, belakangan ini hubungan Trump dan Clinton kembali memanas lantaran pihak Clinton menyepakati hitung suara Pilpres ulang. Apalagi dengan adanya kabar yang menyebutkan jika calon dari Partai Demokrat itu unggul 2 juta suara dari Trump.
Mengetahui hal tersebut, Donald Trump sempat menunjukkan kemarahannya lewat Twitter. Ia mengecam Clinton dan menyebut penghitungan ulang hanya akan membuang-buang waktu dan uang.
(wk/)