Donald Trump Diramal Bakal Segera Dilengserkan, Kenapa?
Dunia

Ini hal-hal yang membuat Donald Trump memiliki kemungkinan untuk dilengserkan.

WowKeren - Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat memang menuai polemik. Bahkan beberapa waktu lalu, ribuan warga di sejumlah negara bagian turun ke jalan melakukan demo "anti Trump" dan menyerukan penghitungan suara ulang.

Beberapa waktu lalu, Niall Ferguson, peneliti senior pada Hoover Institution dan seorang sejarawan mengatakan jika Donald Trump kemungkinan akan dimakzulkan. Ferguson berpendapat jika Trump banyak menonjolkan bisnisnya selama kampanye untuk menarik minat pemilih.

Namun, hal itu justru menjadi tanda jika ia akan membawa kepentingan bisnisnya dalam posisinya sebagai pemimpin negara. Meski baru-baru ini Trump mengatakan akan memprioritasnya menjadi Presiden AS, Ferguson menyebut jika kandidat dari Partai Republik itu berambisi membangun dinastinya.

Ferguson menuturkan jika Trump memiliki jaringan bisnis di banyak negara dan beberapa aspek usahanya mulai disorot. Sebagai contoh adalah pembangunan Trump Towers di Istanbul yang menuai kontroversi. Namun, setelah Trump menyuarakan pembelaannya pada Presiden Recep Tayyip Erdogan, polemik tersebut seolah menghilang.


Contoh kedua adalah diangkatnya mitra bisnis Trump di Filipina, Jose Antonio, sebagai duta besar untuk AS. Padahal sebelumnya, Presiden Barack Obama mengkritik keras negara di Asia Tenggara itu lantaran perang melawan narkobanya yang memakan banyak korban.

Dikhawatirkan, Trump akan menggunakan keuntungan bisnis untuk menyelesaikan masalah HAM. Hal tersebut menurutnya akan memicu Partai Demokrat untuk menyusun strategi untuk menurunkan Trump.

"Demokrat perlu waktu dua tahun untuk menyusun strategi bagaimana menguasai kembali Kongres," ujar Ferguson. "Jika mereka berhasil, maka waktu bagi Trump untuk menduduki jabatannya tidak akan lama lagi."

Niall Ferguson sendiri sebelumnya sempat meramalkan jika Donald Trump akan berhasil menang dan terpilih sebagai Presiden. Terbukti, pada pemilu AS beberapa waktu lalu ia mengalahkan perolehan suara Hillary Clinton melalui electoral vote.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait