Ini pembelaan Ahok terhadap kritikan pembagian KJP oleh tim pemenangan Anies-Sandi.
- Tim WowKeren
- Kamis, 02 Maret 2017 - 15:16 WIB
WowKeren - Bank DKI membagikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk beberapa sekolah pada akhir pekan lalu. Namun hal tersebut rupanya menuai reaksi negatif terutama dari pihak Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mohamad Taufik menyebut jika hal tersebut bisa mengundang kecurigaan. Pasalnya kegiatan tersebut dinilai seperti pembagian bansos menjelang Pilkada.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama angkat bicara. Menurutnya, bukan jaminan jika menerima KJP akan memilihnya dan tidak ikut berdemo.
"Kamu kira yang terima KJP itu enggak ikut mendemo saya? Mereka terima KJP, ikut demo dan enggak pilih saya kok," ujar Ahok. "Itu di Luar Batang, Pasar Ikan yang tinggal di rusun semua anak terima KJP di rusun. Pilih saya enggak? Enggak tuh."
Ahok sendiri menuturkan jika pembagian KJP dilakukan karena sempat adanya keterlambatan saat Ahok cuti kampanye. Ia juga menegaskan tidak ada alasan politis di balik hal tersebut.
"Ada 190.000 KJP tidak dibagikan untuk tahun lalu. Jadi Desember banyak orang enggak dapat KJP sampai Januari. Itu kenapa enggak bilang politis, orang Bank DKI mau jatuhkan saya?" imbuhnya.
Ahok sendiri dan cawagubnya, Djarot Saiful Hidayat memiliki kemungkinan besar untuk maju di putaran kedua Pilgub DKI. Nantinya ia akan bersaing dengan pasangan Anies-Sandi.
(wk/)