Gara-Gara Ini, Ahok Curiga Ada Kecurangan Pembagian Rusun Warga Bukit Duri
Nasional

Begini cara yang ingin diterapkan Ahok demi mencegah kecurangan dalam pembagian rusun.

WowKeren - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Di hari pertamanya bekerja di Balai Kota, Ahok sudah langsung menerima banyak keluhan dari warga.

Salah satunya adalah terkait warga Bukit Duri yang mengeluh tidak mendapatkan rumah susun (rusun) di Rawa Bebek. Mangetahui hal tersebut Ahok mencurigai adanya kecurangan dalam pembagian unit rusun.

"Warga tinggal di Bukit Duri, orang yang tinggal di pinggir sungai itu kan rata-rata kontrak, yang marah itu yang tuan rumah itu. Biasanya tiap kali kita mau pindahin, mereka suka ajukan boleh nggak minta satu-dua bulan kami pindah sendiri," ujar Ahok.


Ahok mengatakan ada dugaan jika tindak curang itu dilakukan oleh pemilik tanah kontrakan. Mereka sengaja mengusir orang yang selama ini mengontrak kemudian mengambil kunci rusun yang seharusnya menjadi hal warga.

"Saya temukan biasa sedikit trik. Orang miskin biasanya ngontrak 10-20 tahun di situ, KTP sudah lama di situ, itu diusir. Sehingga waktu mau dapat kunci rusun, yang tinggal 20 tahun karena status kontrak, KTP sana malah nggak dapat," ujar Ahok. "Dia ganti tuh tuan rumahnya. Kadang-kadang KTP nggak di situ. Bisa ada oknum bermain juga."

Lebih lanjut, demi mengatasi hal tersebut Ahok menginginkan agar kunci rusun dibagikan per-KTP. "Saya bilang satu KK satu saja. Bingung nggak dia. Masukin keluarganya. Kalau kamu punya rumah, dimasukkin, kamu tinggal di rusun, pasti nggak ditinggali. Akhirnya nyalain lampu tutup gorden. Itu yang kita sita kembali," imbuhnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait