Begini isi tulisan budayawan Goenawan Mohammad, menampakkan ketidakadilan yang menimpa Ahok.
- Tim WowKeren
- Selasa, 25 April 2017 - 15:39 WIB
WowKeren - Sajak yang ditulis budayawan Goenawan Mohammad dikutip oleh Ahok saat membacakan pleidoi dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama di Auditorium Kementrian Pertanian, Selasa, 25 April 2017. "Adapun salah satu tulisan yg menyatakan saya korban fitnah adalah tulisan Goenawan Mohamad," kata Ahok saat membacakan nota pembelaannya.
"Ahok tidak menghina Agama Islam tetapi tuduhan itu setiap hari dilakukan berulang-ulang kali seperti kata ahli propaganda Nazi Jerman... Dusta yang terus menerus diulang akan menjadi kebenaran. Kita dengarnya di masjid-masjid, media sosial, percakapan sehari-hari, sangkaan itu sudah bukan menjadi sangkaan tetapi menjadi kepastian."
"Ahok pun harus diusut oleh pengadilan, Undang-Undang Penistaan Agama yang diproduksi rezim Orde Baru sebuah Undang-Undang yang batas pelanggarannya tidak jelas. Tidak jelas pula siapa yang sah mewakili agama yang dinistakan itu," kata Ahok mengutip tulisan Goenawan Mohammad.
Ahok pun merasa diperlakukan tak adil. "Adanya ketidakadilan dalam kasus ini tetapi bertepuk tangan untuk kekalahan politik Ahok," ungkapnya. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun terhadap Ahok.
Hari ini, Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto, menetapkan waktu pembacaan vonis untuk terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Putusan akan dibacakan pada 9 Mei mendatang," kata Dwiarso dalam persidangan. Dwiarso kemudian mengetok palu menutup sidang.
(wk/)