Berikut rincian 4 proyek besar semasa Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
- Tim WowKeren
- Selasa, 09 Mei 2017 - 16:28 WIB
WowKeren - Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, 2 tahun penjara karena menista agama. Pengadilan juga memerintahkan pria yang akrab disapa Ahok ini ditahan.
Sepeninggal Ahok, ada sejumlah proyek infrastruktur di DKI yang masih berjalan maupun siap beroperasi. Sebut saja, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome (Rawamangun-Jakarta Timur), Mass Rapid Transit (MRT), TransJakarta Layang koridor 13 rute Ciledug-Blok M-Tendean dan Simpang Susun Semanggi. Berikut rincian empat proyek tersebut:
LRT Kelapa Gading-Velodrome (Rawamangun-Jakarta Timur)
Progres pembangunan LRT Jakarta telah mencapai 10,79 persen. Progres tersebut termasuk konstruksi utama. Progres ini telah melebihi dari jadwal yang telah ditentukan yakni sebesar 9,06 persen.
Pembangunan LRT Jakarta akan dilakukan bertahap dari total panjang 110 km dan terbagi menjadi beberapa koridor. Saat ini, pembangunan dilakukan di Depo Kelapa Gading menuju Velodrome sepanjang 5,8 km dengan investasi sekitar Rp 7 triliun. Pembangunan rute inipun untuk mengakomodasi pagelaran Asian Games pada 2018.
Investasi untuk 110 km LRT Jakarta ini diperkirakan mencapai USD 3 miliar-USD 4 miliar. Pembangunan LRT juga nantinya akan terintegrasi dengan beberapa moda transportasi lainnya.

Mass Rapid Transit (MRT)
Provinsi DKI Jakarta berupaya mewujudkan sarana transportasi cepat massal atau Mass Rapid Transit (MRT) yang akan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. MRT mulai dibangun pada 2013 dan membentang sepanjang kurang lebih 110 kilometer dari Utara-Selatan dan Barat-Timur.
Pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus - Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta; 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antarkereta 5 menit sekali.
Fase kedua Bundaran HI - Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer akan mulai dibangun pada tahun 2019 dan dapat beroperasi pada tahun 2021.
Fase ketiga Cikarang-Balaraja sepanjang 87 kilometer akan mulai dibangun pada 2020. Diharapkan pembangunan di fase ini akan selesai pada tahun 2024-2027.

TransJakarta Layang koridor 13 Ciledug-Tendean
Ahok menyetujui permintaan Pemerintah Kota Tangerang untuk memperpanjang Transjakarta koridor 13 rute Tendean-Ciledug. Ahok menunggu Pemkot Tangerang menyampaikan permohonan perpanjangan rute kepada Pemprov DKI.
"Koridor 13 kita mau mulai, Tangerang minta jaminan diterusin. Saya udah minta kepada Kadishub sampaikan kepada Tangerang, ajukan aja. Kita akan teruskan sampai Tangerang. Baru akan berguna," kata Ahok di Balai Kota, Senin (8/5).
Bus TransJakarta sudah uji coba jalan layan sepanjang 9,3 km itu dan berhenti di 12 halte. Kehadiran jalan layang khusus ini membuat waktu tempuh Ciledug-Tendean hanya 25 menit saja.

Simpang Susun Semanggi
Pembangunan fisik Simpang Susun Semanggi rampung pada Selasa malam (25/4), ditandai pemasangan box girder terakhir yang terletak di atas jalan tol dalam kota tepat di bilangan semanggi.
Proyek ini dibagi dalam 4 bentang jalan layang yakni Bentang Plaza Semanggi, Bentang Polda Metro Jaya, Bentang Hotel Sultan dan Bentang Wisma Mulia atau BRI.
Berdasarkan data PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pelaksana pembangunan, jalan layang dengan bentang lengkung terpanjang di Indonesia ini menelan biaya Rp 345,067 miliar.

Itulah keempat warisan dari masa pemerintahan Ahok. Proyek infastruktur itu diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang diakibatkan kendaraan pribadi.
(wk/)