Fahri Hamzah meminta pemerintah dan Dirjen Pajak untuk mengungkap semua hal terkait tax amnesty.
- Tim WowKeren
- Kamis, 11 Mei 2017 - 11:19 WIB
WowKeren - Nama Fahri Hamzah baru-baru ini dikaitkan dengan kasus korupsi pajak. Bahkan muncul dugaan jika pemimpin DPR ini terindikasi melakukan tindak pidana pajak.
Hal tersebut tak pelak membuat Fahri Hamzah kesal. Ia bahkan menangkan Direktorat Jenderal Pajak untuk secara terbuka membuka laporan tax amnesty.
"Saya mau tanya, kenapa KPK seret ranah perpajakan ke ruang sidang? Apalagi, pada orang seperti saya yang sudah ikut tax amnesty. Apakah betul, ini policy dari Dirjen Pajak bahwa masalah pajak ini mau dibuka kembali," ujar Fahri Hamzah.
Tidak hanya itu, ia juga menantang pemerintah mengungkap pendapatan dari tax amnesty. "Piutang pajak kita berapa? Yang seharusnya berapa? Tercapai tidak? Apa itu boleh diaudit oleh BPK? Karena, yang terjadi dari tax amnesty, Anda membersihkan sisa-sisa masa lalu dan kita melihat ke depan. Kan, falsafahnya mau lihat ke depan. Tapi kalau persoalan pajak saya mau dipakai untuk kriminalisasi saya, ayo kita lihat ke belakang semua. Saya siap, saya berani," imbuhnya.
Bahkan, ia juga meminta agar pajak pimpinan KPK dan pejabat yang terkait dengan KPK lainnya dibuka. Dengan begitu bisa dibuktikan siapa yang bersih soal pajak.
"Karena itu, saya terus terang, menggunakan perpajakan sebagai kriminalisasi politisi adalah kejahatan terbuka yang dilakukan oleh pejabat negara dan penegak hukum. Dan, ini yang melumpuhkan ekonomi kita, usaha, dan berbisnis kita," tegas Fahri. "Kalau mau terbuka, ayo terbuka sampai belakang."
Sementara itu, nama Fahri Hamzah sendiri terkait dalam kasus ini saat persidangan dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno. Selain Fahri, nama Fadli Zon juga sempat disebut.
(wk/)